Kesehatan

Cikungunya Bisa Disembuhkan dengan Air Kelapa

Bagi penderita yang terserang virus cikungunya (virus aedes aegepty) itu,  dalam proses penyembuhannya hanya dengan meminum air kelapa muda—disamping rajin periksa ke dokter atau rumah sakit serta mengurangi aktifitas berat. Demikian dikatakan Plt Kepala  Dinas Kesehatan kabupaten Domu Gatot Gunawan SKM, pekan lalu.
“Masyarakat juga harus rajin menerapkan sistim 3 M yakni Menguras, Menutup dan Mengubur dalam waktu sekali seminggu,” imbuhnya.
Gatot juga mengatakan, virus cikungunnya sama dengan DBD, hanya saja cara penularannya berbeda. Virus yang tergolong Self Limiting Disease itu juga dengan sendirinya akan hilang, tapi rasa nyeri pada sendi tulang baru menghilang dalam waktu minggu hingga sebulan.
Terjadinya penularan virus cikungunya berawal dari seorang penderita (sakit biasa) digigit oleh nyamuk penular (aedes aegepty)—kemudain nyamuk penular menggigit ke orang lain.
Tanda-tanda seorang terkena virus cikungunya adalah demam mendadak, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam, terjadi kumpulan bintik-bintik kemerahan pada kulit acap kali disertai dengan kondisi tubuh lunglai. “Dan gejala lain yang sering ditemui adalah nyeri otot, sakit kepala menggigil kemerahan pada konjukfita (selaput lendir mata),” jelas Gatot.
Menurut Gatot, penyakit cikungunya berasal dari Afrika sekitar 200-300 tahun masehi—yang ditimbulkan dari hewan primata ditengah hutan atau savana di afrika selatan. Cikungunya kalipertama diintefikasi di Afrika Timur pada tahun 1952—tak heran pun namanya berasal dari bahasa Swali—artinya yang berubah bentuk atau bungkuk, dan postur penderitanya memang kebanyakan membungkuk akibat nyeri hebat dipersendian tangan dan kaki—kelompok Alphavirus atau “group A” Antropho borne viruses. “Virus ini telah berhasil diisolasi di Indonesia,” kata Gagto.(Rudi-medianusantata)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: