Nusantara

Antisipasi Lonjakan Harga Beras

Gubernur Menginstruksikan Bulog Operasi Pasar

Mataram (NTB)—Gubernur Nusa Tenggara Barat DR TGH M Zainul Majdi MM bersama Walikota Mataram Ahyar Abduh memantau harga bahan pokok di Pasar Kebon Roek Ampenan. Inspeksi mendadak dilakukan itu untuk mengetahui secara pasti dinamika harga di Pasar di bulan puasa.

Dalam kesempatan itu, Zainul Majdi berdialog dengan sejumlah pedagang sambil menanyakan fluktuasi harga bahan pokok terutama beras minyak goreng dan lainnya. Dari hasil pantauannya, Gubernur NTB mengatakan ada trend kenaikan harga rata-rata 6 persen untuk beras pada bulan Juli dibandingkan bulan sebelumnya. “Tapi kenaikan tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama yang mencapai 8 persen,” kata Zainul Majdi.

Meskipun ada kenaikan harga, namun Zainul Majdi menilai hal itu masih wajar. Untuk mengantisipasi lonjakan harga beras, Gubernur NTB menginstruksikan Bulog untuk melakukan operasi pasar dan menyalurkan persediaannya. “Mudah-mudahan kita masuk puasa dalam kondisi harga-harga tidak melonjak tajam,” ujarnya.

Selain mengantisipasi kenaikan harga sembilan bahan pokok, Gubernur NTB juga memantau kenaikan harga minyak tanah. Untuk diketahui, saat ini kuota minyak tanah di NTB sudah dikurangi menyusul adanya konversi ke gas LPG. Harga minyak tanah subsidi saat ini sudah mencapai Rp6.200 per liter.

Persediaan LPG untuk konversi menurut Zainul masih belum sesuai dengan harapan masyarakat. Untuk itu dia akan mendorong Pertamina agar segera memenuhi kewajibannya. Lagipula Pertamina itu sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai alat negara yang dibentuk untuk memastikan tugas-tugas distribusi itu bisa berjalan. “Untuk minyak tanah kita segera koordinasikan dengan Pertamina,” tandasnya.

Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB menunjukkan harga sembilan bahan pokok di tiga pasar bulan puasa masih berada pada harga Rp6 ribu hingga 10 ribu. Harga per kilogram beras C4 mencapai 6 ribu. Sedangkan gula pasir baik luar negeri dan dalam negeri mencapai 10 ribu per kilogram. Minyak goreng tanpa merek mencapai harga Rp9.300 per kilogram, sedangkan Bimoli 620 mili liter seharga Rp8.700 per botol.

Harga daging sapi murni mencapai Rp65 ribu per kilogram, daging ayam boiler 28.300 per kilogram dan daging ayam kampung 50 ribu per kilogram. Adapun harga telur ayam bolier mencapai Rp18.400 per kilogram dan telur ayam kampung Rp23.450 per kilogram.(yat)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: