Budaya

Buku Ceritera Rakyat Bima Bertajuk “Panglima Barohah” Akan Diterbitkan

Profesi wartawan yang disandang Azhari SH, selama ini ternyata tak menghentikan langkah karirnya untuk menulis dan terus menulis. Tak cuma seputar penyajian informasi melalui pemberitaan di surat kabar umum DIALOG, namun dia juga terus mengembangkan bakat dan kemampuan untuk menulis sebuah ceritera rakyat Bima pada jaman kerajaan dahulu.

Selain menekuni tugas sebagai jurnalis di SKU Dialog—Azhari juga memegang peranan sebagai wakil ketua KNPI Kota Bima yang sekarang ini masih diketuai oleh Syarifuddin Lakuy SH. Dua orang yang juga sebagai sosok tokoh pemuda di kota Bima ini—sama-sama pula menekuni profesi di dunia advokasi. Azhari sebagai pembelaan di organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Bima—sedangkan Syarifuddin Lakuy juga bergelud sebagai pembelaan untuk kalangan insane Pers di Bima.

            Berkaitan dengan buku ceritera lama rakyat Bima bertajuk “Panglima Barohah” yang rencananya diterbitkan pertengahan 2011 ini—mantan aktivis Pemuda Muhammadiyah IMM Bima itu mengaku bahwa motivasinya  menuliskan buku cerita Bima “Panglima Barohah” tersebut adalah agar sejarah Bima bisa terungkap kembali di permukaan dan tetap lestari di tengah-tengah masyarakat Bima, bahkan  semakin dikenal secara nasional.

“Saya melihat, akhir-akhir ini sejarah Bima hampir hilang. Padahal ciri khas kita orang Bima memiliki budaya dan sejarah tersendiri, sehingga akhirnya saya berinisiatif menulis sebuah buku cerita lama rakyat Bima yang akan diterbitkan tahun ini. Dan tajuk “Panglima Barohah” ini bersumber dari ceritera para orang tua-tua,” kata Azhari. “Sebenarnya saya inginkan buku bertajuk “Panglima Barohah” ini segera diterbitkan, hanya saja sekarang ini kendalanya terbentur dana,” lanjut pemuda kelahiran kecamatan Sape ini.

           Secara garis besar—ceritera “Panglima Barohah” mengisahkan kehebatan seorang panglima perang kerajaan Bima didalam menumpas kekacauan dan perampokan yang merajalela hampir seluruh penjuru kerajaan pada masa itu. “Panglima Barohah” ini dilahirkan oleh seorang wanita dari keturunan bangsawan, dan sejak kecil dia memiliki kesaktian luar biasa—kemudian saat menginjak masa remajanya—dia mulai mendalami ilmu olah kanuragan di salah seorang guru sakti mantan panglima kerajaan Bima sebelumnya yang bernama Ompu Leho.

Selama tiga tahun berguru di pandebogan Ompu Leho, maka datang pula raja Bima yang berkuasa pada saat itu untuk berguru di Ompu Leho atas pesan dari sang ayahnya. Di situlah Barohah dikenal oleh sang raja dan meminta kepada sang guru Ompu Leho agar Barohah dibawa ke istana untuk dijadikan prajurit kerajaan. “Karena sang raja mengakui kesaktian dan ketinggian ilmu oleh kanuragan prajurit, Barohah tiap kali menumpas perampok yang akhirnya sang raja memilih dan mengangkat Barohah menjadi panglima perang kerajaan bergelar “Panglima Barohah”.

“Sepak terjang Panglima Barohah telah berhasil melumpuhkan semua perampok dalam wilayah kerajaan sehingga selama ada Panglima Barohah kondisi kerajaan menjadi aman, tenteram dan damai,” urai Azhari menggambarkan inti cerita tulisannya itu.

           Azhari mengharapkan pihak pemerintah daerah kota dan kabupaten bersedia memberikan dukungan sepenuhnya untuk suksesnya penerbitan buku ceritera rakyat Bima bertajuk “Panglima Barohah” yang sudah disusun. “Saya sangat mengharapkan dukungan pemerintah daerah agar buku ini bisa segera diterbitkan, mengingat menggambarkan sejarah khusus daerah Bima,” harap Azhari.(MEDIA NUSANTARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: