Kriminal

Prahara Cinta Berakhir Dendam

Bima (NTB)—Diduga tak rela kekasihnya menikah dengan lelaki lain, seorang duda berinisial J, asal warga desa Bolo kecamatan Madapangga kabupaten Bima-NTB, dituduh menikam calon penganti laki bernama Haryono.
Peristiwa itu diperkirakan pukul 03.00 WITA, Senin (18/7/2011) lalu, terjadi dikediaman calon mertua Haryono (Aslah Hamzah,red) di desa Bolo. Haryono yang merupakan asli warga desa Woro-Madapangga ini, mengalami luka tusuk dibagian dada. Sementara tersangka berinisial J sudah diamankan di Mapolres Bima.
Sementara pada hari yang sama, tiba-tiba terjadi aksi pengerusakan rumah milik tersangka berinisial J. Kejadiannya diperkirakan pukul 20.30 WITA, Senin malam. Pengerusakan rumah itu, diduga rentetan dari kasus penikaman terhadap Haryono (calon penganti laki).
Kapolsek Madapangga IPDA Moch Nur mengatakan, berdasarkan pemeriksaan 3 orang saksi, diperkirakan pukul 03.00 WITA, Senin (18/7/2011) lalu, tersangka berinisal J masuk tanpa izin di rumah sdr.Aslah Hamzah, dan kemudian menusuk dada korban (Haryono) yang saat itu sedang tidur diruang keluarga. “Tiga orang saksi ini masing-masing berinisial S, A dan R,” ujar Kapolsek Madapangga ditemui MN di kantornya, Jum’at (22/7/2011).
Dan saat ini tersangka bernisial J sudah diamankan. “Saat kita titip di tahanan Mapolres Bima. Begitupun proses kasusnya, masih terus dilakukan pengembangan penyidikan,” kata Moch Nur.
Berkaitan pengerusakan rumah milik J, kata Moch Nur, polisi telah mengamankan satu dari empat tersangka lainnya yang diduga melakukan pengerusakan malam itu. “Berdasarkan keterangan beberapa saksi, tersangka berinisial S ada di TKP,” ujarnya. “Sedangkan tiga lainnya, sudah dilayangkan surat pemanggilan,” lanjut Moch Nur.
Akibat pengerusakan itu, tambah Moch Nur, kaca nako pada beberapa jendelah rumah milik J pecah. “Dan ini berdasarkan hasil olah TKP,” katanya.
Sementara itu, menurut beberapa sumber warga setempat menyebutkan, kasus penusukan calon pengantin laki (Haryono) dan kemudian terjadi aksi pengerusakan rumah milik J (tersangka) yang terjadi pada hari yang sama di desa Bolo, diduga berawal dendam pribadi.
Minggu (24/7/2011) pagi tadi, kedua pasangan pengantin itu telah melangsungkan aqad nikah, kemudian dilanjutkan ucapan selamat di desa Bolo.(ADI)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: