you're reading...
Headline

Mensinergiskan KM dan KIM sebagai Lidah Informasi


aBIMA (NTB)—Tuntutan di era globalisasi tentang keterbukaan informasi dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008—tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Dalam UU KIP tersebut disebutkan, bahwa pada dasarnya setiap informasi publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap pengguna informasi publik.
Sehingga di setiap wilayah kecamatan, kota, kabupaten—perlu dibentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang berfungsi sebagai wahana informasi dan komunikasi antara anggota KIM dengan pemerintah atau sebaliknya. Keberadaan KIM juga sebagai mitra dialog dengan pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik, sebagai sarana peningkatan pemberdayaan masyarakat di bidang informasi lembaga atau kelompok.
Sejak pemerintah Jokowi berjalan, telah ada bentuk respon terhadap keberadaan KIM. Sehingga respon tersebut telah muncul, mulai dari tingkat pusat hingga di tingkat kecamatan dan desa.

Di NTB misalnya, satuan kerja yang membidangi terbentuknya KIM adalah Dishubkominfo. Meski jauh sebelumnya, Dishubkominfo NTB telah membentuk komunitas Kampung Media (KM), dan action di lapangan sama halnya dengan KIM.

Bahkan saat ini, sejumlah komunitas kampung media di NTB siap bergabung dengan KIM—kendati komunitas tersebut telah eksis sejak tahun 2008 di NTB. Yaitu dengan berbagai prestasi yang pernah diraih, baik di tingkat nasional dan internasional. Komunitas KM  pun siap menyukseskan program pemerintah melalui KIM, dan akan terus bermitra dengan pemerintah untuk memberdayakan masyarakat di bidang informasi.

Baru-baru ini, KM Kecamatan Bolo yang juga KIM Bolo yang terbentuk sejak tahun 2011 silam, didatangi tim penelitian dari Kementerian Kominfo untuk desa tertinggal. Kedatangan tim penelitian tersebut, selain melihat dari dekat kegiatan anggota KIM Bolo dalam mencari informasi hingga memoles informasi itu sendiri.

Tim penelitian juga menyerahkan beberapa lembaran formulir responden untuk diisi dengan realitas yang ada. Ada 10 responden yang telah diambil sebagai sample kegiatan KIM di wilayah Kecamatan Bolo.

Tekat seluruh anggota Kampung Media Bolo Kabupaten Bima untuk terus mengembangkan Kampung Media bersama KIM di NTB, merupakan salah satu langkah maju untuk terus menyampaikan kebaikan (informasi) meski satu kalimat.

Sebelumnya, Kepala Balai BPIP Dishubkominfo NTB Dra Hj Roro Sri Rahmatari pernah mengatakan, bahwa sesungguhnya Kampung Media (KM) itu sebenarnya adalah KIM. Namun di dalam program pemerintah pusat tidak dikenal sebagai KIM dengan alasan masih belum merujuk sesuai dengan prosedur KIM yang ada di Pemerintah Pusat. Jika Kampung Media bergabung dengan KIM, maka diharapkan untuk terus aktif seperti sekarang ini. KIM tidak hanya sekedar banyak  jumlah, tetapi yang diharapkan adalah kualitasnya.(adi)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: