you're reading...
Headline

Meja Kantor Buka Tempat Solusi Pembahasan Kekeringan


Tak perlu dibahas berlarut-larut. Sekarang bagaimana kita bisa memberikan solusi untuk mengantisipasi ancaman kekeringan yang melanda. Saat ini, petani terus berusaha sambil menunggu tindakan lapangan dari pemerintah daerah. Terlambat mengambil kebijakan, maka dampak buruk mengancam terhadap hasil produksi pertanian.
Mari kita menindaklanjut terhadap persoalan yang sudah berjalan saat ini. Tinggalkan sejenak omongan persoalan hektaran lahan kosong yang belum ditanam. Mengantisipasi lahan pertanian yang telah ditanami komuditas padi, kedelai maupun lainnya, suatu hal yang perlu diperioritaskan.
Pembahasan tentang pola tanam maupun iklim cuaca adalah hal yang lumrah. Pada pertengahan bulan Desember merupakan masa mulainya bercocok tanam. Hal itu sudah bertahun-tahun dilakukan petani. Sekarang, pemerintah daerah terutama dinas terkait diharapkan untuk melakukan tindakan tepat di tengah ancaman kekeringan saat ini.
Tak perlu mencari kambing hitam ataupun menyalahkan ini dan itu. Karena yang dibutuhkan sekarang adalah solusi, langkah, serta tindakan tepat sasaran di lapangan.

Di wilayah Kecamatan Bolo misalnya. Sebagian besar lahan pertanian sudah ditanami padi—dan untuk lahan tegalan sebagian telah ditanami komuditas kedelai dan jagung. Namun di tengah musim hujan tanpa curah hujan saat ini, dua komuditas (kedelai dan jagung) tersebut terancam tak berkembang yang berunjung mati.

Sebagian lahan pertanian (sawah) di Bolo, juga ada sumur bor yang memang disiapkan oleh petani itu sendiri untuk dimanfaatkan ketika kekeringan melanda. Namun, kendala yang dihadapi petani saat ini adalah kurang tersedianya alat penyedot atau mesin pompa air. Selain mesin, bahan bakar minyak (bensin) juga menjadi penguras kantong petani. Meski demikian, dua hal tersebut tetap menjadi solusi bagi petani.

Pembahasan kekeringan secara terus menerus di meja kantor, bukanlah solusi saat ini. Tetapi gerak cepat disertai tindakan lapangan terhadap hal apa saja untuk meringankan beban petani di lapangan. Sehingga komuditas yang menjadi andalan Swasembada Pangan Nasional tersebut terselamatkan dari ancaman kekeringan.(adi)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: