you're reading...
Headline

Mobil Kredit Ditarik, Warga Blokir Jalan


Warga Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima-NTB, melakukan aksi blokir jalan, Selasa (16/6/2015) pagi.

MNnews (NTB)—Pemblokiran jalan lintas Sumbawa kembali terjadi. Ratusan warga Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima-NTB, menutup jalan raya antar Daerah-Provinsi itu, Selasa (16/6/2015) pagi tadi. Akibatnya, aktifitas lalulintas di jalan nasional tersebut lumpuh total selama dua jam lebih.
Menurut informasi dihimpun, pemblokiran jalan raya dilakukan sekelompok warga Tambe menyusul terjadinya penarikan mobil kredit yang dilakukan pihak Lisensi (dealer) bersama tujuh orang yang mengaku anggota Kepolisian Resort (Polres) Bima Kabupaten, pada 11 Juni 2015 lalu. Hanya saja, saat penarikan, seorang petugas Lisensi dan tujuh anggota polisi tidak bisa menunjukan surat penyitaan/penarikan yang dikeluarkan secara resmi oleh Pengadilan Negeri (PN) setempat.
Penarikan paksa mobil sedan jenis Honda Yuri warna putih, dengan nomor polisi DD332QE tersebut, mengundang reaksi pihak korban dan warga pemerhati. Pasalnya, mobil yang semestinya untuk ditebus oleh pihak kedua (korban), ternyata tidak ada di tempat (Mapolres) Bima Kabupaten, alias hilang jejak.
Sebelumnya, seorang petugas lisensi dan tujuh anggota polisi itu memberikan informasi bahwa mobil tersebut sudah diamankan di Mapolres Bima Kabupaten. Namun setelah dikrosscek sehari kemudian, mobil tak ada di tempat.
Pantauan langsung MNnews di lapangan, aksi pemblokiran jalan dimulai sekira pukul 09.00 Wita. Satua aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Bolo yang turun mengamankan dan berusaha menegosiasi dengan pihak korban, tak memberikan hasil.
Situasi di tengah aksi tersebut, sempat memanas menyusul seorang anggota Polsek Bolo Muhidin (asal warga Tambe) berusaha paksa membubarkan pemblokiran itu. Namun upaya yang dilakukan itu justeru ditantang dengan argument-argument warga.
Diperkirakan dua kilometer dari arah timur dan barat jalan lintas sumbawa, terpantau antrian panjang kendaraan roda dua maupun roda empat. Beberapa penumpang bus, terpaksa turun dari bus dan jalan kaki untuk melanjutkan perjalanan mereka. Setelah dua jam kemudian, sekira pukul 11.15 Wita, satuan aparat Polres Bima Kabupaten dengan kendaraan bermotor dan senjata lengkap tiba di lokasi pemblokiran, tepatnya sekitar 100 meter arah barat perbatasan Desa Rasabou-Tambe.
Tak ada negosiasi. Polisi langsung membubar paksa aksi warga serta membersihkan jalan dari tumpukan balok kayu yang dipakai massa aksi. AKP Muslimin yang memimpin langsung pembubaran itu, menyampaikan pesan kepada koordinasi aksi agar hal ini segera disampaikan atau dilaporkan ke Mapolres Bima Kabupaten untuk segera ditindaklanjut. “Ini jalan nasional, tidak boleh diblokir seperti ini. Kasihan pengguna jalan yang kepentingan lain. Silakan pihak korban laporkan ke Polres,” kata Muslimin dengan tegas.
Mendengar arahan itu, sehingga tidak ada perlawanan dalam pembubaran paksa yang dilakukan polisi. “Jika ada oknum anggota yang ikut terlibat dalam penarikan paksa mobil itu, sebutkan nama-nama mereka di Mapolres nanti, biar kita panggil dan proses,” ucap IPDA Guntur, dari satuan Provost itu.(yan)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: