you're reading...
Headline

Presiden Harap Kedua Pemerintah Saling Kerjasama


aaMNnews (NTB)—Menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima setelah ditetapkannya Gunung Tambora sebagai Taman Nasional. Presiden RI Ir H Joko Widodo meminta khusus kedua pemerintah tersebut untuk saling kerjasama terkait Taman Nasional Gunung Tambora.
Harapan kepala negara tersebut disampaikan secara langsung setelah menetapkan status Gunung Tambora sebagai Taman Nasional, saat menghadiri puncak Hari Jadi Dompu ke 200 tahun yang dirangkaikan peringatan dua abad Tambora Menyapa Dunia (TMD), di Savana Doro Ncanga Desa Doro Peti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Sabtu (11/4/2015) lalu.
“Saya minta Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima untuk kerjasama menjaga kelestarian hutan sekitar Gunung Tambora yang sudah ditetapkan sebagai Taman Nasional ini,” harap presiden dalam pidato singkatnya.
Jokowi juga mengajak masyarakat turut serta melestarikan kawasan Gunung Tambora, karena gunung harus tetap dijaga kelestariannya.
“Kalau bisa, kegiatan Tambora Menyapa Dunia seperti ini, diadakan sekali setahun saja. Soal anggaran, ada sama saya. Pusat yang tanggung. Tetapi saya harap Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima agar kerjasama,” ucap Presiden Jokowi yang seakan mengetahui adanya kurang harmonisasi kedua pemerintahan itu terkait kegiatan TMD.
Sementara itu, dua tahun sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTB telah membentuk panitia perayaan TMD. Tentu panitia tersebut melibatkan dua pemerintah bersangkutan disamping daerah lainnya di Pulau Sumbawa. Bahkan dua jalur infrastuktur untuk mempermudah akses menuju Gunung Tambora, dibagung dan diperbaiki. Untuk jalur lingkar utara ditangani oleh Kabupaten Bima, dan lingkar selatan ditangani Kabupaten Dompu dengan sumber anggaran dari pusat. Namun, pada puncak peringatan dua abad meletusnya gunung tambora, Bupati Bima Drs H Syafrudin HM Nur tak menghadirinya, hanya mengutus pejabat yang mewakili.
Mungkin saja ketidakhadirnya kepala daerah tersebut merasa dijadikan sebagai tamu di daerahnya sendiri. Padahal, perayaan TMD dimaksud Pemkab Bima menjadi bagian besar bila dilihat dari sisi administratif wilayah.
Rasa kecemburuan pun juga muncul beberapa hari menjelang puncak TMD. Seperti yang dikemukakan beberapa orang pendaki asal Kabupaten Dompu, yang saat itu ingin mendaki dan masuk wilayah administratif Kabupaten Bima. Menurut mereka, ada kalimat yang ditulis pada sebuah batu besar ketika pendaki tersebut ingin melewati sungai dari arah selatan, kaki gunung tambora. Tulisan itu bertajuk “Orang Dompu Balik Kanan, Orang Bima Jalan Terus”.
Tulisan tersebut seakan menjadi kesan adanya kecemburuan menyusul kegiatan TMD yang dirayakan oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Dompu. Sehingga Presiden Joko Widodo dalam sambutan singkatnya siang itu, mengharapkan kedua pemerintah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima untuk saling kerjasama setelah Gunung Tambora ditetapkan sebagai Taman Nasional.(bop)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: