you're reading...
Headline

Musim Hujan, Petani Masih Sedot Air


aBima (NTB)—Musim hujan saat ini tak biasa seperti tahun sebelumnya. Bagi para petani, diawal musim penghujan, segala sesuatu untuk kebutuhan bertani sudah disiapkan. Mulai dari persiapan bibit, pengolaan lahan dan sawah hingga pada kegiatan menanam. Namun menjelang akhir tahun 2014 ini, mereka masih dihadapkan persoalan air irigasi pertanian.
Seperti dialami sejumlah petani di so’ Hidirasa dan Nanga Nae, desa Rada kecamatan Bolo Kabupaten Bima-NTB. Meski sebagian besar sawah di wilayah tersebut sudah ditanami padi, namun kebutuhan air untuk mengairi irigasi pertanian mereka tidak ada. Hal ini juga disebabkan waduk/sasak yang sedianya untuk menampung air rusak diterjang banjir.
Sebagai antisipasi, beberapa petani yang mampu akhirnya membuat sumur bor. Kendati demikian, mereka juga dihadapkan persoalan kebutuhan mesin penyedot air. Meski sudah menjadi konsekuensi bagi petani sawah, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan biaya, baik untuk menyewa mesin pompa air maupun biaya untuk membeli bahan bakar minyak (bensin).
Biaya tersebut dikeluarkan sejak mereka menggarap sawah sebagai tempat penaburan benih hingga pada saat menanam. “Sampai dengan sekarang, saya masih mengandalkan mesin pompa air untuk mengairi tanaman padi yang baru seminggu ditanam. Apakah ini terus berlanjut sampai waktu panen nanti,” ujar Ridwan, salah satu petani di So’ Hidirasa.
Tahun sebelumnya, kata Ridwan, biasanya kebutuhan air irigasi pertanian terpenuhi dengan intensitas curah hujan yang ada. Bahkan penggunaan mesin pompa air hanya dilakukan saat masa tanam Musim Kemarau (MK2). “Dimusim penghujan tahun ini, tak sedikitpun terlihat air yang biasanya mengalir disaluran irigasi pertanian,” katanya.
“Saya pribadi sekaligus mewakili petani di so’ Hidirasa dan NagaNae berharap kepada pemerintah agar bisa mengagendakan program sumur bor manual untuk beberapa titik, serta bantuan mesin pompa air sehingga kami tidak lagi mengeluarkan biaya penyewaan mesin dimaksud,” harap Ridwan.
“Dengan mesin pompa air ini nantinya kami bisa manfaatkan secara bergilir dalam berkelompok, sehingga program swasembada pangan dari pemerintah terus dipertahankan, selain mendorong petani untuk meningkatkan hasil produksi pertanian,” lanjut Ridwan.(adi)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: