you're reading...
Headline

20 Siswa SMPN 4 Bolo Diduga Konsumsi Tramadol


20 siswa SMPN 4 Bolo kabupaten Bima provinsi NTB, mendapat pembinaan khusus menyusul dugaan keterlibatan mereka mengkonsumsi Tramadol

20 siswa SMPN 4 Bolo kabupaten Bima provinsi NTB, mendapat pembinaan khusus menyusul dugaan keterlibatan mereka mengkonsumsi Tramadol. (foto:Can)

Bima (NTB)—Sebanyak 20 siswa SMPN 4 Bolo kabupaten Bima-NTB diduga mengkonsumsi obat Tramadol. Kasus yang dialami anak-anak remaja tersebut merupakan kesekian kalinya yang terjadi di wilayah kecamatan Bolo, dalam beberapa pekan terakhir.
Kejadian itu diketahui sehari sebelumnya, Rabu (26/11/2014). Dimana 20 orang siswa ini ditemukan berbaring lemas karena diduga mengkonsumsi tramadol. Diantara mereka ada yang muntah-muntah, puyer dan sebagian lainnya masih sadar. Beruntung saat itu seorang guru menghampiri mereka yang mengalami kondisi drop akibat reaksi obat yang diminum. Kejadian itu di halaman Paruga Nae Bolo. Mereka pun ditanya asal usul sehingga diketahui siswa dari SMPN 4 Bolo.
Sehari kemudian, 20 siswa itu dipanggil dan interview di ruang guru. Tak lama pula, satuan Reserse Narkoba Polres kabupaten Bima datang di sekolah untuk menyelidikan kasus tersebut. Suasana tegang pun sempat terjadi setelah orang tua siswa datang dan melihat anak-anak mereka yang terlibat mengkonsumsi obat tramadol. Sejumlah wartawan yang sempat meliput tak bisa mewawancarai 20 siswa tersebut.Tramadol merupakan obat golongan G yang dapat dikonsumsi oleh pasien setelah menjalani operasi. Obat tersebut memiliki dosis tinggi dan bekerja untuk anti nyeri saraf. Polisi juga diharapkan untuk mengungkap pelaku pengedar tramadol yang kerap meresahkan masyarakat di wilayah Bolo. Karena sasaran saat ini, bukan kepada orang dewasa—melainkan kepada anak-anak remaja.
Bupati Bima Drs H Syafrudin HM Nur M.Pd mengatakan, persoalan penyalahgunaan obat tramadol yang diduga melibatkan beberapa siswa tersebut, itu urusan polisi. “Silakan polisi yang mengusutnya,” tandas Bupati yang saat itu didampingi Kanit Reskrim Polsek Bolo.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dna Olahraga kabupaten Bima Drs Tajudin mengaku sudah mendegar kejadian itu. Namun sampai saat ini, pihaknya masih menelusuri apa memang mereka terliba mengkomsumsi tramadol atau tidak. “Kita lagi mencari tahu,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, kasus pengedaran tramadol sempat digerebek polisi. Pelakunya adalah oknum PNS yang bertugas di RS Sondosia, kecamatan Bolo. Bahkan di RS tersebut sempat digemparkan hilangnya dua dus besar obat tramadol. Namun kejadian itu belum ada pernyataan resmi dari pihak yang bertanggun jawab di RS Sondosia kala itu.(bop)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: