you're reading...
Headline

Ponpes Al-Madinah Mulai Dijaga Pasukan Mujahidin


Aksi blokir jalan lintas sumbawa, di kecamatan Bolo, kembali dilakukan, Minggu (8/6/2014) pagi.

Aksi blokir jalan lintas sumbawa, di kecamatan Bolo kabupaten Bima-NTB, kembali dilakukan, Minggu (8/6/2014) pagi.

Bima (NTB)—Pasca beberapa hari peristiwa penembakan Kanit Intel Reskrim Polres Kabupaten Bima Bripka M Yami—Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Madinah di desa Kanangan di kecamatan Bolo, dikabarkan menjadi target dibakar massa. Issu hangat tersebut menyusul pelaku penembakan anggota polisi, diduga ada kaitan dengan Ponpes tersebut.
Sederet peristiwa mulai dari penembakan hingga aksi solidaritas warga masyarakat di kecamatan Bolo, Ponpes Al-Madinah diduga dikaitan dalam kasus tersebut. Hingga satu peleton Dalmas Polres kabupaten Bima, diturunkan untuk mengamankan dan memantau perkembangan situasi sekitar Ponpes.
Hingga Minggu (8/6/2014) dini hari, satuan Dalmas melakukan patroli sekitar wilayah Ponpes Al-Madinah, di desa Kanangan—atau sekitar 100 meter bujur utara belakang gedung Paruga Nae Sila (eks lapangan Kara). Bahkan polisi yang ingin melakukan pengamanan menyusul adanya issu pembakaran, enggan diterima oleh pihak ponpes.
“Pertemuan saya dengan pak Ilham (anggota DPRD dari PKS), beliau tidak berani memberikan jaminan keamanan jika ada kelompok warga masyarakat yang ingin melakukan aksi pembakaran Ponpes tersebut. Kecuali kemarin (Jum’at malam,red). Kalau sekarang, mereka telah mendatangkan bantuan dari pasukan Mujahidin dari kota Bima,” demikian dikutip AKP Hamdan saat berbincang-bincang dengan Ilham sekitar Ponpes, tadi malam.
Setelah merapat di Mapolsek Bolo—Hamdan langsung berdiskusi dengan Kapolsek Bolo AKP Burhanuddin. Ia terkejut adanya bentuk pengamanan yang dilakukan puluhan pasukan Mujahidin. Padahal, menurutnya, polisi ke lokasi itu ingin memberikan pengamanan. Namun kedatangan polisi terkesan kurang bersahabat. “Ini ada apa,” kata Hamdan sambil menganalisa keberadaan pasukan Mujahidin di Ponpes tersebut.
Hingga berita ini ditulis, ketua Ponpes Al-Madinah desa Kananga kecamatan Bolo Ustad Djabir, belum dapat di konfirmasi terkait bentuk pengamanan yang dilakukan puluhan pasukan Mujahidin asal Kota Bima.
Namun sebelumnya, Ustad Djabir pernah datang dan melapor ke Mapolsek Bolo terkait informasi bahwa Ponpes Al-Madinah dibawa pimpinannya akan diserang warga. Saat itu, Ustad Djabir didampingi Kepala Desa Kananga. Hingga laporan itu, ditanggapi pihak kepolisian setempat.
Sementara, mencuatnya persoalan itu, pasca meninggalnya Bripka M Yamin yang ditembak mati oleh dua orang tak dikenal, saat mengendarai sepeda motor di jalan Lintas Sumbawa desa Rasabou kecamatan Bolo, kabupaten Bima-NTB—pukul 21.45 Wita, Senin (2/6/2014) lalu. Korban meninggal akibat diberondong peluru lima kali tembakan.(adi)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: