you're reading...
Headline

Pemerintah Tetapkan Status 7 Hari Penanganan Bencana Sangiang


Rapat tanggap daruta Bencana penanganan bencana pasca meletusnya Gunung Sangiangapi.

Rapat tanggap daruta Bencana penanganan bencana pasca meletusnya Gunung Sangiangapi.

Bima (NTB)—Pemerintah daerah kabupaten Bima langsung siaga dan melakukan rapat tanggap darurat untuk menangani bencana yang terjadi, sehari pasca gunung Sangiang meletus. Rapat tersebut dipimpin oleh Bupati Bima Drs H Syafrudin HM Nur M.Pd di ruang kerjanya, Sabtu kemarin.
Rapat Tanggap Darurat itu juga dihadiri Dandim 1608/Bima yang juga ketua Tim Tanggap Darurat bencana Letkol (inf) Tommy Ferry, Sekda Kabupaten Bima Drs HM Taufik HAK.M.Si, Kabid Penyelamatan dan Evakuasi BNPB Yus Rizal, Kasubid Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan tim BPBD Provinsi NTB dan anggota Tim penanganan pencana lainnya.
Untuk peningkatan koordinasi, pengendalian, pemantauan dan evaluasi penanganan tanggap darurat, Bupati Bima mengeluarkan SK No 188.45/461/010/2014 tentang Pembetukan Tim Pos Komando Lapangan Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Sangiangapi Kabupaten Bima. Tim tersebut dipimpin oleh Dandim 1608/Bima Letkol (inf) Tommy Ferry dan dilengkapi dengan delapan bidang.
Mengacu surat dari Badan Geologi Kementerian ESDM RI No 1668/45/BGL.V/2014 tanggal 30 Mei 2014, perihal peningkatan Status Gunung Sangiang daei Waspada (Level II) ke Siaga (Level III), dan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya gunung, Bupati Bima menetapkan keadaan darurat penanganan bencana erupsi gunung Sangiangapi Kabupaten Bima selama tujuh hari, dari tanggal 30 Mei sampai dengan 5 Juni. Dan, dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai kebutuhan penanganan darurat di lapangan.
Bupati mengatakan, prioritas penanganan bencana Erupsi Sangiang mencakup distribusi logistik makanan siap saji (instan), dan air bersih untuk memenuhi kehutuhan warga melalui penyediaan tendon air di beberapa titik di desa terdampak.
Prioritas lainnya adalah pembersihan rumah warga yang terkena abu vulkanik. Untuk keperluan ini, didatangkan 11 unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari kecamatan-kecamatan untuk melakukan penyemprotan rumah penduduk dan fasilitas publik, sehingga warga bisa merasa nyaman berada di rumah dan mengurangi resiko penyakit ISPA.
Untuk antisipasi, TNI telah menyiapkan dua unit tenda, Polri empat unit dan Tagana 2 unit tenda. Sementara tenaga SAR yang disiapkan sedikitnya 300 orang yang terdiri unsur TNI, Polri, SAR, Pol PP dan Tagana.
Sementara kemarin, bantuan yang sudah diterima di Posko Lapangan, yaitu bersumber dari Pemkab Bima, Dikes, Lasnas BSM, Bank Syariah Mandiri, Kwarcab Pramuka Kabupaten Bima, Bank NTB Cabang Bima, DPD Golkar kabupaten Bima, KNPI dan BNPB—dengan nilai Rp100 juta untuk penyediaan logistik fan 10 ribu masker.
Sejumlah bantuan logistik lainnya juga telah didistribusikan melalui Posko Tanggap Darurat—berupa ikan sarden 25 dos, 750 dus mie instan dan 420 dus air mineral.
Disiagakan pula tiga unit mobil ambulan yang masing-masing ditempatkan di Puskesmas Pai, PKM Tawali dan PKM Ambalawi untuk mengantisipasi gangguan kesehatan.
Saat ini, sebanyak 34 ribu masker telah didistribusikan pada empat kecamatan Wera, Ambalawi, Sape dan Lambu. “Untuk memenuhi kebutuhan masker warga, juga tengah didatangkan masker tambahan dari Mataram,” ujar kepala BPBD kabupaten Bima Abdul Wahab SH kepada kampung-media.com.(bop)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: