you're reading...
Headline

Motivasi dan Mendorong Pencitraan di Ajang MTQ Nasional


foto: Ilustrasi (sumber:aktual.com)

foto: Ilustrasi (sumber:aktual.com)

Kota Bima (NTB)—Pemerintah Kota Bima akan memberikan bonus bagi 11 qori dan qoriah yang berhasil mewakili provinsi NTB dalam mengikuti ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXV di Batam Provinsi Kepulauan Riau.
Bonus yang dijanjikan kepada kafilah tersebut berupa uang tunai masing-masing Rp10 juta. Hal itu disampaikan Walikota Bima HM Qurais H Abidin melalui Asisten III Setda Ir Hamdan usai apel gabungan pegawai lingkup Pemerintah Kota Bima, Senin kemarin.
Selain itu, anggota kafilah Kota Bima yang berhasil meraih terbaik kedua dan ketiga termasuk peserta non juara, pelatih, pembina dan official pada ajang MTQ Provinsi NTB, diberikan Rp45 juta. Bonus tersebut sebagai wujud perhatian dan ucapan terima kasih atas keberhasilan meraih juara umum pada MTQ Tingkat Provinsi NTB Tahun 2013 lalu.
Pencapaian gelar juara umum juga menjadi kebanggan tersendiri bagi Pemerintah Kota Bima. Hal itu juga tak lepas kerja keras seluruh kafilah, LPTQ Kota Bima serta dukungan penuh Pemerintah Kota Bima dan para tokoh agama sehingga gelar tersebut berhasil diraih kembali.Ajang MTQ Tingkat Nasional XXV di Provinsi Riau pada 5 Juni 2014 nanti, akan dihadiri oleh Presiden RI, para duta besar dan perwakilan dari negara-negara Islam maupun negara tetangga lainnya—dengan jumlah kafilah yang akan hadir diperkirakan 20 ribu orang.
Menurut Ir Hamdan, pelaksanaan MTQ memiliki nilai tersendiri bagi  umat Islam.  Dengan tujuan untuk syiar Islam selain mencari yang terbaik mewakili MTQ pada tingkat selanjutnya. Dengan syiar itu pula, juga dituntut bahwa seseorang itu tidak hanya pintar membaca dan menulis, tapi jauh lebih penting adalah memahami isi kandungan Al-Qur’an. Sasarannya tidak hanya kepada peserta atau yang ikut lomba, namun kepada pendengar/pengunjung. “Itu sebabnya kegiatan MTQ ini telah menjadi tradisi yang  diselenggarakan mulai dari tingkat kelurahan  sampai tingkat nasional,” katanya.
Dalam dimensi sosial, lanjut Hamdan, MTQ  juga  dapat memperkuat moral pembangunan kota. Apalagi saat ini Walikota bertekad  menjadikan Kota Bima sebagai kota religius, kota yang mewujudkan harmonisasi sosial, sejuk dan menumbuh kembangkan kegiatan-kegiatan  keagamaan secara serasi, selaras dan seimbang dengan pembangunan fisik lainnya.
Itulah sebabnya, MTQ   memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat luas dalam rangka pembangunan karakter masyarakat kota yang semakin religius dengan kebhinekaan yang ada di dalamnya. Karena itu, Hamdan berkeyakinan,  melalui pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai universal Al-Qur’an, umat Islam dapat semakin memperkokoh kerjasama serta  partisipasi untuk membangun Kota Bima.(bop)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: