you're reading...
Headline

Bupati Dompu Mengaku Dirinya Dihianati


Bupati Dompu Drs H bambang M Yasin

Bupati Dompu Drs H bambang M Yasin

Dompu (NTB)—Ternyata bukan hanya tenaga honorer kategori dua (K2) saja yang kecewa dengan pengumuman kelulusan sehingga memaksa mereka untuk aksi demo secara bergelombang selama satu pekan kemarin. Pasalnya, Bupati Dompu Drs H Bambang M Yasin, juga merasakan hal yang sama. Lebih parah lagi ia mengaku telah dihianati dalam proses penentuan tenaga K2.
Pernyataan Bupati tersebut diungkapkan secara gamblang saat menerima utusan tenaga honorer K2 yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia (FHI), Senin sepekan lalu.
Dalam rapat yang berlangsung saat itu, dihadapan Kapolres Dompu AKBP Purnama SIK, Sekda Dompu H Agus Bukhari SH.MSi dan Kepala BKD Adil Paradi SIP—Bupati mengungkapkan telah terjadi penambahan jumlah tenaga honorer K2 dari yang semestinya.
Penambahan itu sendiri di luar pengetahuannya selaku orang nomor satu di daerah itu.
“Saya sakit hati dan kecewa, karena telah dihianati orang-orang yang saya percaya,” kata Bupati tanpa menyebut siapa yang telah melakukan hal itu.Ia tidak menampik jika sebelumnya meminta agar melakukan penambahan terhadap tenaga honorer untuk mengikuti seleksi yang dilaksanakan serentak secara nasional. Namun tambahan yang dimaksud, yakni mereka yang belum tercaver atau yang tercecer dari K1 dan K2 dengan dasar PP No 48/2005.
“Saya memang meminta untuk dilakukan penambahan sesuai dengan aturan, tapi bukan menambah yang dokumennya dipalsukan,” ungkap Bupati.
Atas dasar itu, pihaknya berjanji akan melakukan verifikasi kelengkapan administrasi tenaga honorer K2 secara faktual dengan melibatkan unsur penegak hukum yakni Kepolisian, Kejaksaan serta Wakil FHI untuk melakukan validasi dan klarifikasi. Dengan harapan agar tenaga K2 benar-benar mereka yang telah memenuhi syarat, baik secara administrasi maupun keberadaannya selama ini sesuai tuntutan yang berkembang.
Pihaknya juga tidak akan ragu-ragu akan mempidanakan siapa saja yang terbukti melakukan upaya manipulasi data sehingga timbulnya keksiruhan sehingga menyebabkan ketidakpuas yang berimplikasi terhadap rusaknya sejumlah fasilitas milik daerah serta tergangunya stabilitas di daerah belakangan ini. “Jika tim verifikasi menemukan adanya pemalsuan dokumen, kami akan serahkan untuk diproses hukum,” tegas Bupati sembari berharap agar FHI juga membantu proses tersebut.
Menangapi pernyataan dan janji Bupati, FHI memberikan apreasi positif. Melalui koordinator FSI Syamsuddin Some, terungkap bahwa adanya kesediaan memberikan dukungan moral pada bupati dalam memperjuangkan nasib mereka, dengan harapan agar rekomendasi Bupati Dompu yang ditujukan ke Menpan dan BKN pusat dipastikan sampai pada tujuan.
Diinformasikan juga, dua tenda yang dipasang di halaman Kantor Bupati yang selama ini dijadikan kantor bagi FHI telah dibongkar setelah mendapat kejelasan akan dilakukan pertemuan dengan bupati.(bop)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: