you're reading...
Headline

Catatan ‘Kelam’ Seorang Wakil Bupati


Wakil Bupati Bima Drs H Syafruddin HM Nor

Wakil Bupati Bima Drs H Syafruddin HM Nor

Masih tersisa 20 bulan lamanya—atau satu tahun delapan bulan—pemerintahan dari pasangan “Ferry-Safrud” ini akan berakhir. Namun, di tahun 2014 ini—disamping ‘tahun politik’, juga dapat dijadikan tahun untuk saling mengintrospeksi diri dikalangan birokrasi kabupaten Bima.
Beberapa hari menjelang berakhirnya pergantian tahun, masyarakat kabupaten/kota Bima dikagetkan dengan kabar duka yang mendalam atas kepergian Bupati Bima H Ferry Zulkarnani ST ke Rahmatullah. Tentu kepergiannya itu, menyimpan banyak suka dan duka dalam benak masyarakat terutama lagi dikalangan birokrasi. Kini di tahun 2014, Wakil Bupati Bima Drs H Syafruddin HM Nor, telah mulai membuka lembaran baru diakhir sisa masa jabatannya itu. Meskipun masih memegang ‘tongkat’ dengan merangkap sebagai pelaksana tugas Bupati Bima, ketajaman tinta pena dalam jemari tangannya itu, membuat gemetar bagi oknum yang haus akan jabatan (cari muka).
Ini bukan “dendam”. Akan tetapi, ini adalah catatan pribadi dan keluarganya yang mungkin sulit diungkapkan. Bahkan sudah menjadi rahasia umum, dimana dirinya dan keluarga hampir ‘dikucilkan’ oleh oknum pejabat.
Dalam satu peristiwa telah mencatat terjadi suatu bentuk ‘pelecehan’ terhadap keluarganya pada pertengahan 2013 silam. Dimana salah satu oknum pejabat yang semestinya memanggil keluarga pak Wakil Bupati Bima—justeru sebaliknya memanggil pak ‘Wakil Ketua RT’. Kejadian lain yang cukup menghebohkan awal November 2013 adalah penempatan foto seorang pejabat yang memposisikan diri sebagai wakil Bupati Bima dalam spanduk/baligo. Inipun terjadi dalam wilayah tempat kelahiran pak Wakil Bupati. Hmm….dinamika memang.
Sederet peristiwa lainnya, seperti dikala seorang Wakil Bupati Bima H Syafruddin HM Nor yang turun melakukan silaturrahmi dengan warga masyarakat di wilayah kecamatan maupun desa—tingkat kehadiran pejabat yang mengikutinya, tak lebih dari lima jari. Lebih ironisnya, penyambutan serta persiapan atas kehadirannya pun, dapat dibilang bah masyarakat biasa.
PR lainnya, banyak kalangan masyarakat yang mengharapkan H Syafruddin dapat menarik kembali mereka yang sebelumnya ditugaskan di wilayah terpencil, agar dikembalikan ke tempat asalnya, atau yang cukup dekat dengan sanak keluarga mereka. Jika langkah itu diambil, tentu sangat berdampak baik serta mempengaruhi tingkat elektabilitas kedepan.(adi arega)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: