you're reading...
Headline

Aksi Demo FMPR.., Ini Jawaban Kepala GSP Dolog


Kepala GSP Dolog Kecamatan Madapangga, kabupaten Bima-NTB, Rusnadi saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (20/8/2013).

Kepala GSP Dolog Kecamatan Madapangga, kabupaten Bima-NTB, Rusnadi saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (20/8/2013).

MNnews (NTB)—Munculnya aksi demo yang dilakukan oleh beberapa orang mahasiswa yang mengatasnama Front Mahasiswa Pembela Rakyat (FMPR) NTB dalam dua hari berturut-turut di kecamatan Madapangga, rupanya hanya berawal dari persoalan adanya larangan pengambilan gambar yang ada dalam gudang penyimpanan beras miskin (Raskin) di GSP Dolog Madapangga.
Informasi yang dihimpun MN menyebutkan, pada beberapa hari lalu, pihak GSP Dolog Madapangga didatangi oleh seorang wartawan dari salah satu media di Bima yang ingin mengambil gambar penyimpanan raskin dalam gudang Dolog. Rupanya keinginan seorang jurnalis tersebut terbendung karena harus koordinasi dengan pihak Divre II Perum Bulog di kota Bima.
“Berawal dari itu, tiba-tiba keesokan hari muncul aksi demo yang mengarah pada kinerja birokrasi Bulog, sebagaimana yang tertera dalam bentuk surat dari FMPR yang ditujukan kepada kepala desa dan masyarakat se-Kabupaten Bima tertanggal 16 Agustus 2013,” ujar Kepala GSP Dolog Madapangga Rusnadi, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (20/8) kemarin.
Rusnadi menjelaskan, persoalan ijin pengambilan gambar dalam gudang dolog, dirinya tidak memiliki kewenangan, karena memang harus ada persetujuan atau koordinasi dengan pihak Sub Divre II Perum Bulog Bima.
“Di GSP Dolog Madapangga, saya hanya memiliki kewenangan menerima, menyimpan, merawat dan menyalurkan beras raskin ke masyarakat sesuai perintah Sub Divre II Perum Bulog Bima,” terang Rusnadi.
Dia kembali menegaskan, berkaitan permintaan untuk meliput di dalam gudang dolog, dirinya tidak memiliki kewenangan. “Kalau meliput kegiatan saya, silakan saja,” ujarnya.
Rusnadi juga membantah tidak benar adanya dugaan seperti tudingan yang disampaikan rekan-rekan mahasiswa dari FMPR NTB lewat orasi tersebut. Dan, kalaupun ada dugaan penyimpangan dimaksud, tentu ada pihak yang berwajib untuk melakukan penyelidikan. “Jika memang mereka memiliki data akurat dugaan penyimpangan, silakan laporkan ke pihak berwajib,” katanya.(bop)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: