you're reading...
Hukum

Seorang Warga Aniaya Kepala Desanya Sendiri


Kepala Desa Nggembe kecamatan Bolo, kab.Bima-NTB, Ishaka Ta'amin, terbaring lemas di RSUD Persiapan Sondosia, kabupaten Bima-NTB.

Kepala Desa Nggembe kecamatan Bolo, kab.Bima-NTB, Ishaka Ta’amin, terbaring lemas di RSUD Persiapan Sondosia, kabupaten Bima-NTB.

MNnews (NTB)—Wah..wah…! Lantaran beberapa alat dapur rumah tangga yang disumbangkan oleh Hj Indah Damayanti Putri H Ferry Zulkarnain kepada kelompok warga di desa Nggembe kecamatan Bolo kabupaten Bima-NTB, dalam sepekan kemarin, menjadi pemicu penganiayaan terhadap kepala desa Nggembe Ishaka Ta’amin.
Kejadian tersebut diperkirakan pukul 11.00 Wita, Sabtu (13/7/2013) lalu, di kantor desa Nggembe. Seorang warga bernama Arifin HM Saleh, diduga melakukan penganiayaan kades Nggembe lantaran persoalan klarifikasi bantuan yang diberikan Umi Dinda (istri bupati bima,red). Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius pada bagian bola mata kiri. Hingga saat ini, korban masih terbaring lemas di RSU Persiapan Sondosia, kecamatan Bolo kabupaten Bima.
Menurut pengakuan korban (kades Nggembe) Ishaka Ta’ami, persoalannya berawal klarifikasi dari dua orang ibu rumah tangga yang mendatanginya di kantor desa. Mereka meminta berupa alat masak yang diserahkan Hj. Indah beberapa hari sebelumnya, diberikan kepada bersangkutan.
“Saat itu saya jelaskan, bahwa alat dapur dimaksud memang telah dititipkan untuk dipakai sama-sama ketika siapapun warga yang membutuhkan. Bahkan hal ini sudah saya umumkan di masjid, termasuk bantuan berupa satu set alat musik Rebana,” kata Ishaka saat berbincang-bincang dengan wartawan di ruang perawatan RSUD Persiapan di desa Sondosia, Minggu (14/7) malam.
Ishaka yang merupakan korban dugaan penganiayaan tersebut, juga mengisahkan kejadian yang menimpa dirinya, di kantor tempat ia bekerja. “Setelah dua orang ibu rumah tangga ini beranjakan pulang, saya langsung memanggil Arifin, yang kebetulan saat itu ada didepan rumahnya—sekitar 10 meter dari kantor desa. Meski beberapa kali saya panggil ajak masuk ke kantor, namun Arifin justru bertindak dengan melempari dirinya dengan batu,” kata Ishaka.
Setelah itu, lanjut Ishaka, Arifin pun merapat ke kantor membicarakan persoalan yang menjadi tuntutan dua orang ibu rumah tangga. Dan, beberapa menit kemudian, klarifikasi pun berlangsung seru hingga terjadi ‘perang mulut’. Saat itu disaksikan Sekdes Nggembe Umar Jafar, Kaur Kesra Muhammad Hasan dan Kaur Keuangan Mansyur.
“Setelah klarifikasi, saya pun beranjak keluar didampingi Sekdes. Namun tiba-tiba dari belakang Arifin langsung memukul saya. Karena kejadian sekilas, saya tidak bisa mengelak dan hampir terkapar dilantai karena kepala puyer dan mata bagian kiri mengalami pandangan buram akibat pukulan tersebut,” tutur Ishaka.
Meski dengan kondisi seperti itu, Ishaka masih berusaha menguatkan diri naik sepeda motor menuju kantor Polsek Bolo guna melaporkan kejadian yang menimpah dirinya. “Walaupun kondisi lemas, saya tetap berusaha naik sepeda motor ke kantor Polsek,” ujarnya.
Berdasarkan surat tanda terima pengaduan korban—di Mapolsek Bolo—Ishaka Ta’amin diterima oleh Ka.SPKT III Dian Sulaiman—dengan laporan polisi No.LP/155/VII/2013/Res Bima/P.Bolo—dalam kasus tindakan pidana penganiayaan, pasal 351 KUHP.
“Saat itu polisi telah menerima laporan korban, namun belum berani di BAP mengingat kondisi kesehatan korban tidak memungkinkan,” demikian informasi di Kepolisian setempat.
Beberapa waktu kemudian, korban ditemani M Ruslin, M Landa dan Amiruddin asal warga Nggembe, bertolak menuju Mapolres Bima-Panda, untuk melaporkan kejadian yang sama. Kedatangan korban diterima oleh Kanit III SPKT Muhtar, dengan laporan polisi No Pol: LP/228/VII/2013/NTB.Res Bima, tanggal 13 Juli 2013, dalam kasus tindakan pidana penganiayaan. “Hampir satu jam lebih, saya dilakukan BAP oleh penyidik Mapolres Bima,” tutur Ishaka.
Ini Jawaban Arifin
Kasus dugaan penganiayaan kepala desa Nggembe Ishaka Ta’amin yang terjadi di kantor desa setempat, Sabtu (13/7) lalu, terus memicu gejolak antara kelompok warga, baik pendukung korban maupun Arifin itu sendiri.
Lantas, seperti apa kronologi kejadian tersebut? Ini jawaban Arifin HM Saleh, terduga penganiayaan Kades Nggembe.
Sehari setelah kejadian, tuntutan pihak korban terus memanas agar terduga penganiayaan kepala desa Nggember segera ditahan.
Arifin HM Saleh yang juga sebagai Ketua BPD Nggembe menjelaskan, awalnya, ada dua orang ibu rumah tangga yang datang ke kantor desa setempat guna meminta beberapa alat dapur yang sebelumnya dititipkan oleh Hj Indah Damayanti Putri melalui kepala desa Nggembe.
“Kedatangan istri Kaur Pemerintahan Desa Nggembe Fatimah dan ketua RT01 Nining, mungkin merasa bantuan tersebut berawal dari permintaan langsung mereka kepada ibu Dinda (istri bupati bima),” kata Arifin dikonfirmasi KM-BOLO, saat duduk di emperan rumah dinas Kanit Polsek Bolo, Minggu (14/7) malam.
Setelah mendapat klarifikasi itu, dirinya mendatangi pak Kades di kantor. “Saat itu saya dipanggil untuk membicarakan bantuan alat dapur dimaksud. Dan, tidak benar saya melempari pak kades dengan batu,” bantah Arifin malam itu.
Arifin kembali menceritakan, setelah di kantor desa, kami saling klarifikasi hingga terjadi ‘perang mulut’. Hal ini juga menyusul karena pak kades langsung menuding bahwa dirinya melakukan provokator sehingga munculnya persoalan demikian. Bahkan ibu Dayat (istri pak Masykur,red) selaku pihak yang membawa amanat ibu Dinda saat itu, sempat kita kontak via HPnya.
“Belum lama itu, tiba-tiba pak kades langsung menggarok dan mencekik leher saya. Sebaliknya saya tidak membiarkan hal itu terjadi, dan langsung membalas balik dengan pukulan kearah mata bagian kiri pak kades,” ucap Arifin yang terlihat tidak gentar dengan persoalan tersebut.(adi pradana)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: