you're reading...
Daerah

Informasi Pengangkatan Langsung Honorer K2 adalah Asumsi yang Keliru


aMNnews (NTB)—Munculnya animo masyarakat adanya informasi pengangkatan langsung terhadap sejumlah tenaga Honorer Kategori II (K2) untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Daerah kabupaten Bima, adalah asumsi yang sangat keliru.
Sebegaimana telah diumumkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Bima dalam beberapa pekan lalu, bahwa sekian tenaga K2 tersebut tetap melewati uji listing dan beberapa tahapan lainnya.
Sebelumnya, BKD telah mendata dan mengusulkan hingga menerima sejumlah nama yang dikirim kembali oleh BKN sebagai tenaga honorer K2 yang akan mengikuti beberapa tahapan seleksi, seperti mengikuti uji listing yang saat ini masih menunggu jadwal pelaksanaannya dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), di Jakarta.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Bima Tajudin SH, menegaskan bahwa sejumlah nama yang masuk dalam Kategori Dua (K2) kemarin, akan mengikuti uji listing—namun jadwal pelaksanaannya belum ada kepastian dari pusat.
Berkaitan asumsi bahwa K2 masuk dalam database untuk diangkat langsung menjadi PNS, tegas Tajudin, itu adalah asumsi yang keliru. “Untuk tenaga honorer (K2), tidak ada istilah pengangkatan langsung menjadi PNS, atau diangkat secara bertahap—kecuali Kategori satu (K1) yang saat ini sudah mengantongi SK sebagai CPNS,” jelas Tajuddin ditemui MN di ruang kerjanya, Rabu (29/5) lalu.
Sebelumnya, BKD telah mengumumkan jumlah tenaga honorer kategori dua (K2) sebanyak 4.247 orang. Namun setelah dilakukan uji public, ada ratusan orang yang dicoret dari data tersebut dengan alasan meninggal dunia dan SK fiktif—sebaliknya ada pula penambahan setelah pihaknya menerima 700 lebih sanggahan/komplain dari tenaga honorer lainnya.
Hasil sanggahan itu, kata Tajudin, telah diusulkan kembali ke BKN agar dimasukan dalam daftar kategori dua (K2). “Tetapi tidak menjadi jaminan meskipun kami telah mengusulkan karena yang berwenang adalah BKN,” ujar Tajudin.
Tajudin meminta kepada masyarakat kabupaten Bima, khususnya bagi tenaga honorer yang masuk kategori dua (K2) kemarin, agar tidak memiliki asumsi untuk diangkat langsung. “Itu urusan pusat, karena mekanismes sudah jelas untuk mengikuti uji listing,” tandasnya.
Menyinggung ada infomasi perubahan jadwal pelaksanaan uji listing kategori dua, Tajudin kembali menegaskan bahwa jadwal pelaksanaannya belum ada keputusan dari pusat. “Memang sebelumnya akan dilaksanakan awal Juni, tetapi kami pun belum menerima jadwal dimaksud. Jelasnya, kita tunggu saja jadwal dari KemenPan,” katanya.(bop)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: