you're reading...
Polhukam

Dibalik ‘Kebobrokan’ RAT KUD Sumber Jaya


aMNnews (NTB)—Rapat Anggota Tahunan (RAT) KUD Sumber Jaya kecamatan Bolo kabupaten Bima-NTB, kerap mendapat sorotan dari sejumlah anggota dari perwakilan yang ada di desa. Meskipun telah sekian lamanya kepengurusan koperasi tersebut di reformasi, namun masih saja dianggap ‘bobrok’ seperti halnya dalam penyusunan adminsitrasi dan pengelolaan keuangan.
Tidak hanya itu, setiap laporan keuangan maupun administrasi dalam RAT koperasi tersebut, kerap ditemukan adanya dugaan penyimpangan. Hal itu dikemukakan oleh Badan Pengawas (BP) KUD Sumber Jaya dalam menanggapi laporan kepengurusan itu sendiri.
“Setiap kegiatan rapat anggota tahunan KUD Sumbe Jaya, kerap ditemukan administrasi yang bobrok,” tandas H Abdullah M Ali S.Pd, salah satu Badan Pengawas KUD Sumber Jaya kepada wartawan usai RAT, bertempat di aula KUD setempat, Selasa (30/4) kemarin.
Menurut H Abdullah, dari hasil pengawasan, ditemukan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan dan administrasi yang disampaikan pengurus KUD SJ periode 2013-2015. Diantaranya adalah terjadi pencatunan neraca di atas neraca, yang mana pada neraca tahun buku per 31 Desember 2011 (eks LPJ pengurus lama) terbilang Rp36.200.000.,—namun RAT tahun buku 2012 oleh pengurus baru menyisakan angka hantu dengan nominal kas Rp9.964.125.,—dari total yang telah digunakan baik untuk beban RAT maupun lainnya sebesar Rp26.235.875.“Bahkan dalam RAT tahun buku 2012 oleh pengurus baru KUD Sumber Jaya ini, juga mencantumkan Sisa Hasil Usaha (SHU) senilai Rp39.481.000. Sementara di sisi lain ada pernyataan rugi senilai Rp20.594.000. Saya melihat, di sini ada penyimpangan,” kata Abdullah.
Namun Abdullah enggan berkomentar panjang ditanya seputar kinerja dirinya sebagai BP yang mengawasi adanya ‘kebobrokan’ pengelolaan keuangan dan administrasi yang kerap muncul setiap RAT KUD berlangsung. “Silakan tanya pada ketua pengurus KUD SJ yang baru,” ucapnya.
Ketua KUD Sumber Jaya periode 2013-2015, Drs H Abdurrahman saat di konfirmasi wartawan usai RAT, menyangkal ketika ditanya seputar ‘kebobrokan’ pengelolaan keuangan dan administrasi serta dugaan penyimpangan.
Mantan anggota DPRD kabupaten Bima ini menjelaskan, bahwa laporan pengelolaan keuangan dan administrasi KUD SJ dari pengurus lama ke pengurus baru, sudah dibatasi.
“Kita sudah batasi laporan saldo pengurus lama. Itu pun dalam angka hantu senilai Rp36.200.000,” ujar Abdurrahman didampingi Alwi HAR, selaku sekretaris KUD SJ yang baru.
Abdurrahman terkesan berbelit ketika ditanya adanya kekurangan saldo kas dari pengurus lama ke pengurus baru—termasuk menyangkut adanya kerugian KUD sebesar Rp20.594.000., sebagaimana tertuang dalam laporan RAT tahun buku 2012 oleh pengurus baru.
Namun menurut dia, keberadaan pengurus KUD periode 2013-2015, baru berjalan empat bulan saja. “Secara fisik, memang belum ada yang kita lakukan, tapi dengan adanya hal seperti itu, akan terus kita benahi ke depan,” ucapnya dan berharap agar kinerja kepengurusan KUD yang baru terus diawasi.
Sementara itu, dari analisa laporan keuangan dan administrasi RAT tahun buku 2012 yang disampaikan pengurus baru, kuat dugaan terjadi penyimpangan. Pasalnya, ketua KUD Sumber Jaya periode 2013-2015 Drs H Abdurrahman melaporkan dan mengakui bahwa sisa saldo kas yang diserah terima di aula kantor Camat Bolo tanggal 9 September 2012 silam—oleh pengurus KUD SJ yang lama ke pengurus baru—hanya dalam angka hantu dengan nominal Rp36.200.000.
Namun dalam laporan RAT tahun buku 2012 itu pun, tertuang pula pengeluaran kas selama delapan bulan—mulai Januari sampai Desember 2012—termasuk beban RAT dan lain-lainnya sebesar Rp26.235.875.,—sehingga saldo kas yang menjadi tanggung jawab pengurus lama masih tersisa Rp9.964.125. Ironisnya lagi, dalam laporan RAT itu pun juga menyebutkan adanya kerugian KUD senilai Rp20.594.000.
Alhasi, mungkinkah KUD Sumber Jaya saat ini bisa merugi dan membuat neraca di atas neraca—sedangkan sisa saldo kas dari pengurus lama yang dilaporkan pengurus baru, meskipun dengan nominal angka hantu sebesar Rp36.200.000 itu, tiba-tiba dilaporkan berkurang dan digunakan untuk beban RAT dan lainnya selama delapan bulan. Artinya, sisa saldo kas lama yang semula disebut angka hantu, secara fisik uang dimaksud ada memang karena menyusul sisa kas yang menjadi tanggung jawab pengurus lama turun menjadi Rp9.964.125.
Hematnya, dengan adanya kejanggalan administrasi keuangan seperti itu, maka kuat dugaan ada penyimpangan serta konspirasi secara berkelompok untuk mengelabui publik terutama anggota yang ada. Sebaliknya, Badan Pengawas (BP) dinilai hanya bisa berargument dengan dalil mengungkapkan kebobrokan pengelolaan keuangan dan administrasi yang dilakukan oleh pengurus KUD itu sendiri. Di satu sisi, beberapa anggota yang didominasi dari kalangan tua, terkesan dininabobo dengan uang transportasi senilai Rp10 ribu, yang konon diambil dari SHU koperasi itu sendiri.(bop marantika)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: