you're reading...
Headline

Tuntut Transparansi Dana Pendidikan, APAD NTB Blokir Jalan


A2MNnews—Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Anti Diskriminasi (APAD) NTB, melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokir jalan lintas sumbawa, di cabang Bolo desa Bolo kecamatan Madapangga kabupaten Bima-NTB, Sabtu (23/3/2013) pagi.
Aksi tersebut menyusul adanya dugaan terkait pemanfaatan/penggunaan dana BOS, BSM serta pemotongan anggaran untuk pembangunan gedung sekolah yang bersumber dari alokasi APBN tahun 2012.
menurut mereka, sejumlah alokasi dana bantuan untuk siswa maupun sarana dan prasarana sekolh, kerap terjadi dugaan penyimpangan seperti hanya pemotongan yang dilakukan sepihak oleh oknum kepala sekolah.
Seperti yang tertuang dalam tuntutan APAD NTB melalui selebaran, dibawa koordinasi Muh Yadi. Empat tuntutan itu menyebutkan, pertama; adanya dugaan penyelewengan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) siswa dan Biaya Siswa Miskin (BSM) oleh oknum kepala sekolah di kecamatan Madapangga.Kedua; dugaan pemotongan anggaran APBN tahun 2012 untuk rehab ruangan kelas sebesar 10% yang dilakukan oknum kepsek dan di dinas Dikpora kabupaten Bima.
Sementara tuntutan ketiga yakni adanya dugaan tidak maksimalnya penggunaan APBN tahun 2012 untuk rehab ruangan kelas. Dan, keempat; dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum kepsek dan pengurus komite dengan dalih pembayaran uang komite.
Menurut Kepala UPTD Dikpora kecamatan Madapangga M Said Ahmad S.Pd,M.Pd dikonfirmasi Via HPnya pasca demo, empat tuntutan disampaikan rekan-rekan mahasiswa, dirinya kurang tahu, karena yang lebih tahu adalah kepala sekolah selaku pelaksana program dana BOS, BKM maupun kegiatan rehab sekolah. “Termasuk penggunaan anggaran APBN itu sendiri,” jelasnya.
Terkait pungutan uang komite, lanjut dia, itu urusan sekolah dengan komite. Pasalnya, awal adanya pengumpulan uang dimaksud karena berdasarkan persetujuan/kesepakatan para orang tua murid dengan komite sekolah.
M Said juga mengaku tidak bisa turun ke lapangan (lokasi aksi,red) seperti yang diminta oleh rekan-rekan mahasiswa. “Saya pada saat itu sedang mengikuti rapat di Dikpora kabupaten dalam rangka persiapan try out siswa untuk persiapan menghadapi ujian nasiona (UN). Namun saat itu saya hanya mengutus dua orang pengawas untuk ke lokasi demo,” katanya.
Pantauan langsung MNnews di lapangan, aksi yang dimulai sekira pukul 09.30 hingga 12.05 WITA itu, sempat terjadi ketegangan antara kepolisian Polsek Madapangga dengan pendemo, lantaran jalur pertigaan lintas sumbawa itu diblokir menggunakan papan rambu Jum’at khusuy’ serta membakar ban bekas.
Setelah itu, para pendemo akhirnya membubarkan diri dengan tertib mengingat waktu memasuki sholat dzuhur.(adi)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: