you're reading...
Hukum

Pemerintah Perlu Tinjau Kembali Keberadaan SMK Amanah


SMK Amanah Madapangga (Jilid I)

Beginilah kondisi salah satu ruangan kelas di SMK Amanah di Kecamatan Madapangga, kabupaten Bima-NTB.(foto:adi)

Beginilah kondisi salah satu ruangan kelas di SMK Amanah di Kecamatan Madapangga, kabupaten Bima-NTB.(foto:adi)

MNnews (NTB)—Pemerintah Daerah kabupaten Bima yakni Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) segera meninjau kembali keberadaan SMK Amanah, yang beroperasi di desa Woro kecamatan Madapangga kabupaten Bima-NTB.
Salah satu pendukung layaknya suatu sekolah untuk beroperasi adalah keberadaan gedung maupun fasilitas yang memadai, serta didukung adanya minat siswa untuk bersekolah di tempat itu.
Di SMK Amanah desa Woro kecamatan Madapangga—meski sekolah itu sudah kali kedua mendapat bantuan dana bersumber dari APBN untuk pembangunan gedung—namun aktivitas kegiatan belajar di sekolah itu terkesan tidak ada. Padahal, jumlah murid yang dilaporkan dalam bentuk angka, dan diterima oleh UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kecamatan Madapangga, tercatat sebanyak 113 murid hingga tahun ajaran Desember 2012.
Namun, laporan jumlah siswa dalam angka tersebut, masih diragukan oleh sejumlah pihak—terutama Dikpora sendiri. Untuk membuktikan laporan dimaksud—awal Februari 2013 lalu—pihak UPT Dikpora Madapangga, pernah meninjau langsung aktivitas kegiatan belajar di SMK Amanah. Tapi yang ada hanyalah sseuatu pandangan yang menjenuhkan. “Diperkirakan 4 orang siswa yang nampak bermain pada saat kepala UPT tinjau langsung lapangan dua pekan kemarin,” kata salah satu staf di UPT setempat, Senin (11/2/13).
Sebelumnya, wartawan MNnews juga memantau langsung aktivitas kegiatan belajar di sekolah tersebut. Kegiatan itu dilakukan hampir satu bulan lamanya. Namun yang nampak tidak lebih dari sembilan orang siswa terlihat bermain kejar-kejaran di sekitar ruangan kelas. Sedangkan aktivitas kegiatan belajar, sama sekali tidak terlihat.
Pantauan terakhir pada 7 Februari 2013—kegiatan belajar mengajar yang diharapkan itu, hanya terlihat lengah. Bahkan tiga ruangan kelas yang ada, satu diantaranya hanya diisi dengan kasur tempat tidur diatas lantai pada ruangan kelas bagian timur. Sedangkan pada ruang tengah terlihat kosong, namun di ruangan bagian barat berisikan beberapa tumpukkan kursi saja.
“Memang seminggu ini tidak ada aktivitas belajar, yang ada hanya kegiatan praktek,” elak Kepala SMK Amanah Abubakar, saat dikonfirmasi MN dikediamannya, waktu itu.
Saat dimintai penjelasan terkait kegiatan di SMK Amanah, Abubakar sedikit wajah murung menjawab pertanyaan wartawan MNnews. “Memang selama seminggu ini, siswa kami sedang mengikuti kegiatan praktek yang dimulai sejak 3 Februari 2013 lalu. Mereka ini yakni dari kelas I,II dan III, sama-sama ikut praktek,” ulasnya dengan nada tersendak.
Abubakar melanjutkan, ada 134 orang siswa di SMK Amanah ini. Dari jumlah tersebut telah dibagi tiga ruangan, yakni kelas I – II masing-masing 50 orang, dan kelas III 34 siswa saja.
Dalam kegiatan belajar mengajar, untuk kelas I – II maupun II – III, dilakukan sistem belajar paralel. Kecuali saat jam kejuruan saja. “Ini dijalankan secara terpisah,” kata Abubakar.
Berkaitan dengan praktek, sekolah ini memiliki dua kejuruan yakni jurusan peternakan dan tehnik bangunan. “Selama seminggu, seluruh siswa mengikuti kegiatan praktek ujian kompetensi siswa. Lokasi pelaksanaannya di SMK Amanah,” kata Abubakar.
Sementara itu, berbagai sumber yang dihimpun menyebutkan, hingga tahun 2012 lalu, sekolah kejuruan tersebut juga mendapatkan bantuan dana untuk siswa miskin, baik bersumber dari alokasi APBD Provinsi NTB maupun Pusat. Termasuk peruntukkan dana bantuan itu sendiri.
Ada ‘aroma’ korupsi dalam dugaan rekayasa administrasi di SMK Amanah tersebut. Pasalnya, oknum yang berada dibelakang pemilik sekolah kejuruan itu, juga mendapatkan hasil ataupun keuntungan dari modus operandi yang dijalankan dari tahun 2008 silam, atau sejak sekolah itu beroperasi.(adi pradana)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: