you're reading...
Teroris

Dramatis Tembak Mati Terduga Teroris Poso di Bima-Dompu


Foto: Ilustrasi MNnews.

Foto: Ilustrasi MNnews.

MNnews (NTB)—Kabar jumlah terduga teroris yang ditembak mati Tim Detasemen (Densus) 88 Antiteror di wilayah Bima dan Dompu pada 5 Januari 2013 lalu, masih menjadi obrolan kecil warga masyarakat. Bahkan informasi beredar, jumlah terduga teroris yang ditembak mati itu ada yang mengatakan tiga hingga tujuh orang.
Bahkan pihak Kepolisian yang ada di dua wilayah hukum tersebut, seakan membungkam terkait ditembak mati terduga teroris itu.
Diberitakan koran ini sebelumnya, tujuh orang terduga teroris yang datang melarikan diri dari Poso, Sumatera Tengah, kemudian masuk wilayah Bima dan Dompu—dikabarkan tiga diantaranya berhasil dilumpuhkan oleh timah panas tim Densus 88 Antiteror.
Sebelumnya, jumlah terduga teroris Poso yang melarikan diri dan menyelinap masuk pulau Sumbawa dengan menumpang kapal barang menuju wilayah Bima dan Dompu, sebanyak tujuh orang dan berhasil diendus keberadaannya oleh polisi, hingga difokuskan pemusatan operasi.
Berikut penelusuran Tim MN dilapangan:
Operasi yang dilakukan Tim Detasemen (Densus) 88 Antiteror, cukup rapi dan nyaris tidak ada yang mengetahui. Bahkan warga sekitar kejadian, kaget setelah aparat sibuk melakukan proses evakuasi mayat korban.
Sebelumnya, pengejaran tujuh orang terduga teroris dari Poso-Sumatera Tengah oleh Tim Detasemen (Densus) 88 Antiteror, hingga diketahui keberadaannya di wilayah Bima. Tujuh orang yang menjadi target tersebut sempat lolos dari operasi rahasia di wilayah itu, Jum’at (4/1/13) siang lalu. Hingga memasuki sekira pukul 20.00 WITA, tujuh orang tersebut diketahui berpencar, dari desa Rora kecamatan Donggo menuju wilayah Dompu.
Diperkirakan pukul 22.00 WITA—Jum’at malam—Tim Detasemen (Densus) 88 Antiteror akhirnya berhasil menembak mati dua orang terduga teroris di sekitar perbatasan Bima-Dompu. Sedangkan satu lainnya ditangkap hidup-hidup. Penembakan itu menggunakan senjat peredam, sehingga warga sekitar nyaris tidak mengetahui adanya kejadian.
Menurut informasi dilapangan, dua orang terduga teroris yang ditembak mati di sekitar wilayah perbatasan Bima-Dompu, yakni berinisial Bh warga desa Leu kecamatan Bolo dan Ri warga asal Makasar. Sedangkan yang ditangkap hidup-hidup adalah Mr. X.
Beberapa saat kemudian, pengejaran empat orang terduga teroris lainnya, terus dilakukan. Hingga diketahui keberadaannya yakni di pondok milik Abdullah, warga Desa O’o Kecamatan Dompu, akhirnya pemusatan operasi pun terjadi pada waktu dini hari.
Diperkirakan pukul 03.00 WITA, Sabtu (5/1/13) dini hari, Tim Densus 88 Antiteror, kembali berhasil menembak mati tiga orang terduga teroris karena berusaha kabur dan melawan—namun satu lainnya lolos melarikan diri ke hutan, meski pada salah satu kakinya tertancap timah panas, dan dalam pengejaran. Peristiwa itu tidak jauh dari terminal induk Ginte, wilayah Kelurahan Kandai II Kecamatan Woja-Dompu.
Meski belum diketahui identitas keempat orang tersebut, namun menurut informasi yang dipercaya menyebutkan, mereka merupakan warga O’o kabupaten Dompu.
Kejadian itu juga sempat membuat geger masyarakat Dompu, setelah proses evakuasi korban menggunakan mobil ambulance yang sudah dipersiapkan untuk kemudian dibawa ke Mataram.
Tiga titik yang masih menyisakan gumpalan darah korban di TKP, juga memperkuat adanya penyergapan itu. Termasuk tiga bungkusan yang diduga mayat korban saat diangkut ke mobil jenazah. “Kemungkian ada tiga orang yang meninggal. Soalnya, terdapat tiga bungkusan terpal yang diangkut ke mobil ambulance,” kata sejumlah warga yang menyaksikan jalannya evakuasi tersebut.
Diberitakan MN sebelumnya, pemilik pondok Abdullah, mengaku kaget dengan peristiwa tersebut. Apa lagi pondoknya itu sudah belasan hari ditinggalkan. “Sudah dua kali jum’atan saya tidak ke sana (ladang,red),” kata Abdullah yang saat itu didampingi menantunya Julkifli.
Sementara Julkifli menilai, terdapat kejanggalan yang terjadi di lokasi. Sebab, saat ditinggalkan, barang yang berada di pondok hanya terpal, tiga buah jerigen dan karpet. “Tapi yang ditemukan, justeru ada beras 10 kg, sejumlah batang korek api tanpa kepala dan air mineral setengah doz,” katanya Julkifli saat itu.
Informasi terakhir yang dihimpun, saat ini jenazah terduga teroris masih di Jakarta untuk menjalani pengambilan DNA. Setelah itu, dikabarkan jenazah akan diserahkan kepada keluarga masing-masing.(bop)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: