you're reading...
Headline

Polisi Gerebek Tempat Penimbunan Minyak Tanah


Wakapolres Bima Kompol Hasripuddin SIK (topi putih), saat meminta keterangan terhadap Lina Marlina, pelaku penimbun Mitan.

Wakapolres Bima Kompol Hasripuddin SIK (topi putih), saat meminta keterangan terhadap Lina Marlina, pelaku penimbun Mitan.

MNnews (NTB)—Aparat Kepolisian Polres kabupaten Bima yang dipimpin langsung Wakapolres Kompol Hasripuddin SIK, berhasil melakukan penggrebekan rumah yang dijadikan tempat penimbunan bahan bakar minyak tanah, dikediaman Lina Marlina, warga RT.07 desa Bolo kecamatan Madapangga, kabupaten Bima-NTB.
Penggerebekan itu diperkirakan pukul 17.30 WITA, Sabtu (12/1/2013) kemarin. Puluhan zirgen minyak tanah berisi 35 litter, langsung diamankan polisi, dari tempat penimbunan ke mobil patroli.
Saat itu, ibu Lina Marlina tidak bisa berkutip setelah polisi menyita barang bukti tersebut. Warga datang berbondong-bondong ke lokasi ingin melihat penggerebekan polisi terhadap adik kandung Kasi olahraga Dikpora kabupaten Bima itu.
Wakapolres Bima Kompol Hasripuddin SIK kepada wartawan di TKP mengatakan, awal penggerebekan ini berdasarkan informasi warga yang mangarah pada dua rumah. Penggerebekan awal kita lakukan di rumah Bambang, dengan jumlah barang bukti sebanyak tujuh zirgen berisi 35 litter. Setelah itu, dilakukan dikediaman ibu Lina Marlina sebanyak 27 zirgen berisi 20 litter dan 19 zirgen berisi lima litter bersama drum salinan.
Perbuatan pelaku ini, kata Wakapolres, dapat merugikan masyarakat. Sebab, disaat kebutuhan mitan tidak ada akibat telah dikuajsai oleh orang-orang tertentu, warga pun resah menyusul tidak adanya bahan bakar dapur tersebut.
Menurut Wakapolres, pelaku ini merupakan pemain lama. Meski sudah sering kali kita melakukan raziah, namun masih saja ada penimbunan seperti itu. Diindikasi kuat, bahwa barang tersebut dijual ke Lombok.
Berdasarkan keterangan sementara dari pelaku, bahwa bahan bakar dapur ini mereka beli dari pangkalan seharga Rp100 ribu per zirgen ukuran 20 litter. Kemudian dijual ke Lombok seharga Rp110. “Ini masih sementara, karena pelaku akan kita minta keterangan lebih lanjut di Mapolres Bima. Dalam kasus ini, pelaku diancam UU Migas minimal enam tahun,” kata pria kelahiran Makasar ini.
Sementara itu, berbagai informasi menyebutkan, kasus penimbunan itu dengan modus mereka ambil dari pangkalan dengan harga Rp110 ribu, kemudian dijual ke Lombok Timur hingga senilai Rp250 ribu per zirgen ukuran 20 litter. Pengiriman pun, menggunakan truk barang. Namun akibat terus gencarnya operasi polisi, pengiriman beralih menggunakan bus malam, dengan mencarter kabin tempat tidur sopir atau seat bagian belakang.(bop)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: