you're reading...
Hukum

Konflik Godo-Samili Jadikan Reverensi


Inilah situasi saat insiden penyerangan yang dilakukan warga desa Samili membakar rumah-rumah warga dusun Godo, desa Dadibou kecamatan Woha, Bima-NTB, Selasa (2/10/2012).

Bima (NTB)—Insiden yang melanda warga dusun Godo desa Dadibou kecamatan Woha, Bima-NTB, dapat dijadikan catatan untuk mengitropsi diri dan reverensi bagi semua pihak didalam menangani akan munculnya konflik antar warga yang dapat menimbulkan korban jiwa hingga hancurnya pemukiman warga.
Konflik kekerasan antara warga Godo-Samili, hanya dipicu persoalan meninggalnya Burhan M Saleh (44) asal desa Samili, pada 2 Oktober 2012 lalu, yang dibunuh karena dituduh dukung santet.
Serangan mendadak terjadi dan tak terelakkan pasca pemakaman Burhan—hingga 88 rumah warga di dusun Godo hangus dibakar. Insiden itu pula juga menyisakan wajah trauma anak-anak Godo yang baru beranjak usia dini.
Perang saudara seperti itu semestinya tidak harus terjadi. Apalagi keberadaan dua desa yang berdekatan selama ini dianggap kehidupannya sangat harmonis. Namun dengan sesaat, keharmonisan itupun sirna bagaikan debu.
Dengan kondisi seperti itu, pemerintah pun harus turun tangan, baik dalam penyelesaian konflik maupun membantu warga masyarakat Godo yang dirundup kehilangan tempat tinggal.
Di tengah kesedihan, kabar baik juga membangkitkan semangat bagi korban insiden. Pasalnya, Pemerintah Provinsi NTB bersama Kabupaten Bima akan berusaha membangun kembali rumah-rumah warga yang hangus terbakar. Sebagai langkah awal, pemerintah daerah dan pemprov telah menempatkan petugas Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan untuk membantu warga Godo menata kembali kerusakan yang ada.
Gubernur NTB TGH Zainul Majdi MA saat meninjau langsung kondisi rumah warga yang hancur akibat insiden 3 Oktober 2012 lalu.
Gubernur NTB TGH Zainul Majdi MA bersama Bupati Bima H Ferry Zulkarnain ST, Wakil Bupati Drs H Syafruddin HM Nur M.Pd, Kapolres Bima AKBP Dede Alamsyah, Kapolresta Bima AKBP Kumbu S.IK, turun melihat langsung kondisi rumah-rumah warga yang hancur akibat insiden 3 Oktober 2012 lalu. Warga korban insiden juga sempat bertatap muka dengan orang nomor satu di NTB dan kabupaten Bima itu.
Di sisi keamanan, Kapolda NTB Brigjen Drs M Iriawan SH,MH berjanji tetap menjaga kondisi keamanan daerah khususnya di dusun Godo. Dengan pengamanan seperti itu, berarti memberikan jaminan keamanan bagi warga Godo dalam menjalani kehidupan dan beraktifitas seperti biasa.
Pemprov NTB dan Pemkab Bima berharap kepada warga yang bertikai tetap menjalin persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah. Konflik berkepanjangan tidak akan memberikan solusi, melainkan memperburuk kehidupan masyarakat itu sendiri. Dengan kesabaran akan segala cobaan adalah salah satu untuk merubah prilaku kita dalam kehidupan sehari-hari menuju perubahan.(bop)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: