you're reading...
Headline

Wakasek SMAN 1 Bolo Akui Memanipulasi Data BSM-BKMM


“Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Bolo Amiruddin mengakui dirinya melakukan manipulasi data siswa penerima dana bantuan khusus siswa miskin (BKMM) dan Bantuan Siswa Miskin (BSM). Pengakuan itupun menjadi tamparan buruk bagi dunia pendidikan di SMAN 1 Bolo yang pernah menyandang nama pada masa kejayaannya. Selain itu, juga akan berdampak pada kerugian uang negara dari modus dengan memanfaatkan data siswa-siswi miskin di sekolah itu.”

Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Bolo Amiruddin saat memberikan keterangan Pers di ruang kerja Kasek, Jum’at (21/9/2012).

MNnews (NTB)—Jum’at (21/9/2012) pagi, sejumlah siswa di SMAN 1 Bolo kabupaten Bima, melakukan aksi protes mempertanyakan peruntukkan alokasi dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang bersumber dari APBD I Provinsi NTB periode Juli-September 2011. Bahkan alokasi pencairan dana yang sama tahun anggaran 2010, juga dipertanyakan.
Aksi protes siswa SMAN 1 Bolo, berlangsung di jalan pendidian, kemudian menuju sekolah setempat. Mereka menuntut agar pihak penggerak pendidikan di SMAN 1 Bolo agar transparansi dalam pengelolaan keuangan sekolah, lebih-lebih peruntukkan dana bantuan yang bersumber dari APBD I Pemprov NTB.
Tak hanya itu, alokasi dana bantuan khusus siswa miskin (BKMM) periode tahun sebelumnya hingga periode Januari-Juni 2011 yang bersumber dari Pemerintah Pusat, juga memperkuat protes sejumlah siswa di SMAN 1 Bolo untuk turun kejalan. Aksi spontanitas yang dilakukan para siswa menjadi perhatian dari berbagai elemen masyarakat di kecamatan Bolo. Hingga kepala wilayah kecamatan (camat Bolo) H Muhammaddin S.Sos bersama Kapolsek Bolo AKP Burhanuddin dan Kepala UPT Dikpora Drs Saidin, terpaksa turun tangan memfasilitasi persoalan yang menjadi tuntutan ratusan siswa tersebut.
Menurut sumber siswa di sekolah itu, bahwa daftar nama siswa untuk mendapatkan dana BKMM dan BSM di SMAN 1 Bolo diduga banyak kejanggalan dan penyimpangan. Diantaranya dugaan manipulasi tandatangan siswa penerima bantuan, penggandaan nama dan nomor induk siswa penerima bantuan, serta manipulasi data riwayat orangtua siswa yang meninggal dan tidak meninggal. Hingga beberapa siswa dari golongan ekonomi atas, terdaftar untuk mendapatkan dana dimaksud.
Salah satu informasi yang disebutkan di sekolah itu yakni nama Tri Rahma, siswi kelas XI IPA1, masuk dalam daftar penerima bantuan siswa miskin. Padahal, Tri Rahma merupakan anak dari golongan orang kaya—dimana bapaknya adalah kepala sekolah, dan ibunya seorang guru.
Ironis memang dinamika pendidikan yang terjadi di SMAN 1 Bolo kabupaten Bima-NTB. Untuk mendapatkan dana bantuan miskin, berbagai spekulasi dilakukan di sekolah itu. Yakni data siswa yang berasal dari golongan teratas pun, ‘dipaksa’ dicantumkan namanya menjadi siswa miskin. Bahkan orangtua siswa yang belum meninggal pun, dicantumkan sebagai siswa anak yatim. Pemaksaan kehendak dan mengirim data-data siswa dari hasil dugaan manipulasi itu juga akan berdampak pada kerugian keuangan negara.
Para siswa di SMAN 1 Bolo menduga dana BKMM dan BSM untuk tahun anggaran 2010 telah cair. Hingga persoalan itu muncul setelah mereka kembali mempertanyakan peruntukkan alokasi dana dimaksud untuk tahun anggaran 2011.
Pantauan langsung MN—usai aksi protes siswa, Camat didampingi Kapolsek dan UPT Dikpora kecamatan Bolo, langsung memfasilitasi perwakilan siswa dengan kepala sekolah dan wakasek kesiswaan SMAN 1 Bolo. Aksi protes yang berakhir pada audensi itu berlangsung di ruang kepala sekolah.
Pihak penggerak pendidikan di SMAN 1 Bolo pun langsung melakukan klarifikasi kepada perwakilan siswa dan beberapa muspika setempat. Seperti pencantuman beberapa nama siswa dari golongan orang kaya.
Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Bolo Amiruddin juga mengakui bahwa dirinya telah memanipulasi data tersebut. Seperti memanipulasi tandatangan siswa serta mengusulkan lebih banyak nama siswa untuk mendapatkan dana dimaksud. “Saya lakukan ini agar bisa mendatangkan dana BKMM lebih banyak,” ujarnya setelah menuai panggilan kepala sekolah untuk memberikan keterangan pers.
Dia juga mengatakan, bahwa dana bantuan untuk tahun 2011 yang dipertanyakaan siswa ini belum cair. “Hanya saja tandatangan yang saya dilakukan ini salah satu syarat perlengkapan administrasi,” katanya.
Sebelumnya, Kepala SMAN 1 Bolo Umar HM Saleh S.Pd mengakui bahwa dalam persoalan ini dirinya hanya sebagai mengetahui saja. “Yang lebih tahu semuanya adalah wakasek kesiswaan,” ujarnya.
Senada dikatakan ketua komite sekolah. “Saya hanya menandatangan saja. Terkait pencairan dana, saya pun belum tahu. Tapi, saat itu saya hanya titip pesan kepada wakasek, jika dana tersebut sudah ada, jangan dibagikan dulu ke siswa,” sarannya saat itu.
Sementara Kepala UPT Dikpora Kecamatan Bolo Drs Saidin M.Pd menambahkan, bahwa persoalan ini akan dilakukan rapat klarifikasi kembali setelah sholat Jum’at nanti. Namun Saidin belum bisa menjelaskan agenda apa saja yang akan dirapatkan nanti.(bop marantika)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: