you're reading...
Headline

Massa AMUK Demo Picu Ketegangan di Lingkup Pemkab Dompu


“Beberapa fasilitas kantor Rusak”
foto: IlustrasiDompu,MN—Aksi demo massa Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) didepan kantor Bupati Dompu 17 Juli 2012 lalu, berakhir ricuh. Massa aksi terlibat saling lempar dan kejar-kejaran dengan polisi dan Pol PP. Meskipun tidak ada laporan adanya korban luka, namun suasana mencekam sempat menghantui aktivitas pegawai lingkup Setda Dompu.
Aksi demo AMUK di bawah komando Romo menuntut perbaikan terhadap persoalan pendidikan, kesehatan, maupun masalah hutang Pemkab terhadap rentenir.
Sebelumnya, para pendemo yang belum mengantongi ijin dari pihak kepoilisian, awalnya merobohkan pagar tengah Kantor DPRD Dompu. Mereka kesal akibat tidak satupun wakil rakyat yang bersedia menemui mereka untuk menerima aspirasi.
Setelah itu, menuju kantor Pemda Dompu dengan mengendarai puluhan kendaraan roda dua dan sejumlah gerobak. Di tempat itu, selain berorasi menuntut sejumlah persoalan, massa juga berusaha menorobos pintu pagar yang dijaga ketat polisi dan Sat Pol PP—namun massa yang kian brutal kembali merobohkan pintu pagar sebelah timur kantor setempat.
Beberapa saat kemudian ketegangan mulai terlihat. Sejumlah aparat Pol PP yang berada di pos jaga dan didalam halama pendopo mulai terpancing dan saling adu lempar dengan massa aksi. Belum diketahui awal pemicu aksi saling lempar tersebut.
Namun menurut petugas Sat Pol PP yang ada didalam, mereka beraksi akibat adanya lemparan telur busuk dari luar tembok.
Akibat aksi tersebut, perang batu dan benda lainnya membuat suasana tegang. Sejumlah demonstran juga terlibat adu lempar dengan polisi yang terus mengejar mereka hingga lari kocar-kacir.
Massa aksi yang kian brutal juga melampiaskan kemarahannya dengan memecahkan sejumlah lampu taman di bagian timur Kantor Pemkab. Bahkan pagar kantor Setda juga tidak luput dipukuli menggunakan balok kayu hingga rusak. Massa aksi yang sempat kabur, akhirnya kembali dikumpulkan dan melanjutkan aksinya di Kantor Polres Dompu.
Ketika massa AMUK mundur, disaat yang hampir besamaan massa aksi Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dengan mengusung agenda yang sama juga menggelar aksi di Kantor Bupati. Massa aksi di bawah komando Iskandar Dinata dan Arujin, setelah puas menggelar orasi, akhirnya begerak ke Kantor Dinas Kesehatan Dompu yang jaraknya sekitar 200 meter dari Kantor Pemkab.
Di tempat itu, mereka meminta pihak Dikes agar melakukan pengawalan terhadap RSUD Dompu dengan menyediakan pelayanan yang nyaman serta segera melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Aksi kedua elemen masyarakat tersebut, ternyata masih berlanjut. Massa aksi kemudian menyerang Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnaketrans) hingga kaca dan atapnya hancur berantakan.
Aksi massa dipicu oleh sikap pegawai Kantor Disosnakertrans yang dinilai arogan terhadap salah seorang kelompok massa aksi. Setelah puas beraksi hingga menimbulkan kemacetan di jalan depan Kantor Disosnakertrans, puluhan massa akhirnya membubarkan diri.(Fai)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: