you're reading...
Headline

TKW Indonesia Kembali Turun Demo KJRI


Inilah nasib Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia di Hong Kong. Untuk mendapatkan upah yang layak, mereka harus turun demonstrasi ke KJRI. Nampak diantara kerumunan massa salah satu TKW Indonesia asal kecamatan Madapangga, kabupaten Bima-NTB.(foto:AREGA)

Hong Kong,MN—Puluhan ribu massa gabungan baik dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan masyarakat Hong Kong, kembali melakukan demonstrasi besar-besaran menuju kantor pemerintah pusat di HongKong, Minggu (1/7/2012) kemarin. Beragam tuntutan disampaikan para pendemo.
Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, tuntutan itu merupakan lanjutan dari aksi mereka pada 1 Mei 2012 lalu. Aspirasi dari tenaga kerja wanita asal Indoensia meminta pihak KJRI untuk menaikan gaji mereka dari $3.740 HK menjadi $4.000 HK, serta meminta pihak agent agar memberikan keringanan terhadap pemotongan gaji TKW yang baru bekerja tujuh bulan berjalan.
Menurut mereka, pemotongan itu dinilai memberatkan bagi TKW yang baru mulai bekerja. Dari gaji awal yang dibayarkan sebesar $3.740 HK per bulan, oleh pihak agent yang menyediakan jasa pekerjaan di negara itu memotong $3.000 per bulan.
Selain itu—tuntutan juga meminta agar KPKLN dibatalkan. Menurut para TKI, keberadaan KPKLN akan mempersulit para TKI keluar masuk di negara itu.
“Kalau kita ingin libur atau cuti untuk kembali ke Indonesia, tentu harus mengurus KPKLN dulu dengan biaya yang cukup mahal. Jika tidak, kita tidak diberi izin untuk kembali ke Hong Kong,” kata salah satu TKW Indonesia asal kabupaten Bima.
Sementara tuntutan masyarakat Hong Kong sendiri meminta pemerintah di negara itu agar memberikan kesejahteraan bagi mereka, termasuk kehidupan yang layak.
Koresponden MN di negara itu melaporkan—sebelum menuju kantor Komisaris Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan kantor Pusat Pemerintah di HongKong—para pendemo berkonsentrasi di Causwaybay dan Victory diperkirakan pukul 11.14 waktu setempat, kemudian mereka berjalan kaki sekitar 2 kilometer menuju WANCHAI, kantor pemerintah pusat di negara tersebut.
Setelah menyampaikan aspirasi, pendemo membubarkan diri dengan tertib sekira pukul 17.30 waktu setempat, dengan pengawalan aparat kepolisian.(arega)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: