you're reading...
Headline

228 Siswa Dapat Dana BSM


Media Nusantara (NTB)—Sebanyak 228 orang siswa SMPN 4 Monta Bima-NTB, menerima dana Beasiswa Miskin (BSM) dari pemerintah pusat. Dana itu dimkasud untuk membantu siswa miskin.

Sebelumnya, bantuan itu diserahkan oleh Kasek SMPN 4 Monta Burhanudin S.Pd bersama Ketua Komite Abidin SH yang diterima secara simbolis oleh dua orang siswa, dan disaksikan seluruh dewan guru beserta pegawai Tata Usaha.

            Kasek SMPN 4 Monta Burhanudin S.Pd mengatakan, berdasarkan data, yang mendapatkan BSM ini hanya 45 orang, namun dengan kebijakan sekolah, BSM dibagikan ke semua siswa, kecuali anak PNS—sehingga masing-masing siswa menerima Rp85 ribu. “Kebijakan ini berdasarkan hasil rapat dewan guru bersama komite,” ujarnya pekan kemarin.

            Burhan juga menjelaskan, pembagian BSM ini juga dilakukan secara transparan dengan implementasi dari fakta integritas yang sudah disepakati dengan Pemerintah Daerah yang terdiri dari tujuh item—diantaranya komitmen berperan dan pro aktif dalam upaya pencegahan pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), dan tidak melibatkan diri dari perbuatan tercela, serta harus bersikap transparan, jujur, obyektif dan akuntabel dalam melaksanakan tugas.

            Di SMPN 2 Woha Hanya 120 Siswa

Di SMPN 2 Woha, sebanyak 120 siswa menerima dana beassiswa miskin (BSM) tersebut.

Kepala SMPN 2 Woha Sumadi S.Pd mengatakan, dari 250 orang siswa yang diusulkan, hanya 120 nama siswa yang keluar—dengan rincian kelas II 56 orang masing-masing mendapatkan bantuan senilai Rp550 ribu.

Sedangkan kelas II 3 sebanyak 64 orang, masing-masing mendapat bantuan Rp275 ribu. “Dana BSM ini tanpa ada pemotongan sidikitpun dari pihak sekolah,” terang Sumadi.

Saat pembagian pun, lanjut Sumadi, pihaknya menyerahkan secara transparan dihadapan dewan guru dan pegawai TU. “Semua ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kecurigaan dan kecemburuan social dari pihak lain,” ujarnya.

            Menurut Sumadi, dengan adanya BSM ini, dinilai sangat membantu siswa miskin terutama siswa kelas III yang melanjutkan ke SLTA—seperti kebutuhan perlengkapan sekolah lainnya.(erik)     

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: