you're reading...
Headline

5 Ha Tanaman Padi di Bolo Terserang Penyakit Kresek


Petugas PPH/POPT UPTD Pertanian Bolo Arsyad didampingi ketua kelompok so’Kancobo Limbi desa Rasabou kecamatan Bolo-Bima-NTB, saat mengamati tanaman padi yang terserang penyakit Kresek.(foto:Adi Arega)

Bima (Media Nusantara)—Sedikitnya 5 hektare tanaman padi beragam varietas di kecamatan Bolo kabupaten Bima-NTB, terserang penyakit bakteri Kresek (Zhantomonas Orizae) dengan intensitas ringan. Penyakit tersebut, disamping berpotensi merusak tanaman padi—juga menurunkan produksi bahkan menggagalkan panen. “Jika tidak diatasi dengan baik, tentu akan berpotensi seperti itu,” ujar petugas Pengamat Hama Penyakit (PHP) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Dinas Pertanian kecamatan Bolo Arsyad H Yunus, saat melakukan pengamatan lapangan di so Kancobo Limbi desa Rasabou, Kamis (7/6/2012) pagi. Arsyad mengaku pihaknya telah memberikan rekomendasi kepada petani untuk melakukan pengendalian serangan penyakit dengan menggunakan obat Puanmor. Menurut Arsyad, penyakit ini muncul di daerah-daerah tertentu (kondisi cuaca,red), namun tidak semua variatas. “Jika tanah terlalu lembab atau berair, sangat berpotensi penyakit ini berkembang, apalagi didukung penggunaan pupuk tidak berimbang yang hanya mengandalkan pupuk urea saja,” katanya. Hasil pengamatan di lapangan, sebut Arsyad, hanya beberapa hektare padi saja yang terserang penyakit bakteri ini—seperti di desa Bontokape kuranglebih 2 Ha, desa Sondosia 1,5 Ha, Nggembe 1 Ha dan desa Rasabou 1 Ha. Diakui, hampir semua variatas terkena penyakit ini—namun—ketahanan variatas tersebut tergantung perlakukan di lapangan terutama pemberian pupuk secara berimbang, penggunaan air secara teratur dan penyemprotan tanaman sakit sedini mungkin. “Jadi, begitu muncul gejala, kita harus langsung semprot dengan rekomendasi petugas POPT/PHP di lapangan,” kata Arsyad. Arsyad menambahkan, akibat dampak dari serangan penyakit bakteri ini akan menurunkan hasil produksi 5 – 10 %. Sebelumnya, Kepala UPT Dinas Pertanian Kecamatan Bolo Syahrial SP, telah memberikan bantuan gratis obat Puanmor kepada beberapa petani yang memiliki tanaman terkena penyakit kresek tersebut. Bahkan Syahrial juga menyarankan kepada petani agar didalam melakukan pemupukkan dan penyemprotan harus dilakukan secara berimbang dan teratur dengan mengacu rekomendasi petugas PHP/POPT di lapangan.(Adi Arega)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: