you're reading...
Headline

Izin IPKTM Diduga Disalahgunakan


foto: Ilustrasi

Dompu,MN—Kebijakan pemberian Ijin Pemanfaatan Kayu Tanaman Masyarakat (IPKTM) di Kecamatan Pekat kabupaten Dompu, kini diperkirakan berjumlah 400 izin. Namun keberadaan izin tersebut mendapat sorotan dari kelompok Forum Bersama Pemuda Pemerhati Hukum dan Keadilan beserta Komunitas Hijau.
Mereka menggelar aksi demo di Kantor DPRD yang kemudian dilanjutkan dialog bersama dinas terkait yang difasilitasi pihak dewan, Sabtu (12/5) kemarin.
Namun Husni Thamrim bersikeras tetap menggunaan kendaraan Dinas Kehutanan dengan alasan ia ditemani dua orang anak buahnya. Selain itu, Husni tidak akan menghindar menghadiri undangan dewan untuk berdialog, meskipun undangannya baru sampai beberapa saat sebelum rombongan pendemo mendatangi kantornya.
Dalam orasinya secara bergantian, para pendemo mempersoalkan penerbitan IPKTM yang disinyalir bermasalah karena disalahgunakan oleh masyarakat maupun oknum pegawai di Dinas Kehutanan setempat. Pasalnya, menurut pendemo, sejak tahun 2004 silam di sekitar wilayah Tambora, Kecamatan Pekat—tidak ada lagi lokasi milik masyarakat penghasil Kayu Tanah Milik.
Mereka mensinyalir IPKTM yang diterbitkan Dinas Kehutanan dimanfaatkan oleh masyarakat. Pasalnya ijin tersebut masih berlaku hingga sekarang. Padahal, kata Bondan, IPKTM yang ditandatangai Kadis Kehutanan hanya untuk pemenfaatan kayu dibawah 10 kubik. “Cara ini membuka ruang bagi rakyat untuk mencuri kayu di walayah hutan kawasan yang dilindungi,” kecam Ikhwahyuddin.
Selain itu, mereka juga mempersoalkan hilangnya sejumlah kayu yang berhasil disita pihak Dinas Kehutanan yang dijadikan barang bukti (BB) selama berlangsungnya operasi penertiban. Termasuk menyoal mengenai Tempat Penebangan Kayu (TPK) yang tersebar di wilayah hutan Tambora.
Dengan dasar itu, dalam pernyataan sikapnya, para pendemo mendesak pemerintah dan DPRD untuk menghentikan sementara seluruh IPKTM sambil melakukan investigasi. Merekomendasikan pada pihak Kejaksaan untuk memproses hukum atas penyimpangan yang dilakukan Kadis Kehutanan, dan juga diminta membentuk tim gabungan sebagai pengawas dalam mendapatkan hasil yang efektif atas keseriusan dalam pemeriksaan secara hukum.
Dialog yang dimulai sekira pukul 13.00 WITA itu sedikit urung karena menunggu kehadiran aparat Polres Dompu yang diwakili Wakpolres Kompol Dicky Subagio dan pihak Kejari Dompu.
Secara gamblang Kadis Kehutanan Hunsi Thamrim, menepis tuduhan yang dilontarkan oleh para pendemo. Menurutnya, bahwa penerbitan IPKTM sudah dilakukan melalui mekanisme yang benar—yakni sejak diajukan permohonan, pihaknya terus melakukan pengecekan langsung di lapangan. Sehingga terbitnya IPKTM sesuai dengan kondisi riil menyangkut adanya kayu kebun milik masyarakat yang berhak mendapatkan ijin dari instansi yang dipimpinnya.
Dia juga memastikan bahwa hingga saat ini masih terdapat areal kebun milik rakyat yang dapat diterbitkan IPKTM. Bahkan jika tidak percaya, dirinya mengajak pendemo untuk sama-sama mengecek kebenarannya ke lapangan.
“Sampai saat ini, masih ada hutan rakyat yang menghasilkan kayu duabanga. Jika tidak percaya, mari kita sama-sama melihat ke lapangan,” tantang Husnin.
Husni juga meyakini bahwa IPKTM yang diterbitkan tidak ada yang dimanfaatkan kembali oleh rakyat hingga dijadikan dalih untuk melakukan illegal loging. Sebab, setelah dilakukan proses penebangan, pihaknya akan mengecek kembali apakan sesuai dengan ijin yang diterbitkan atau tidak.
“Sementara menyangkut kayu sitaan, selama ini pihaknya telah melakukan tiga kali proses pelelangan kayu hasil temuan,” tandas Husnin.
Sebelumnya, Aksi demo dibawah kendali Ikwahyuddin, Bondan Winarto dan Dedi Kusnadi tersebut, sempat terjadi ketegangan saat sejumlah pendemo mendatangi Kantor Dinas Kehutanan. Pendemo memaksa Kepala Dinas Dishut Ir H Husni Thamrin MSi untuk ikut bersama kendaraan mereka ke Kantor DPRD.
Menanggapi penjelasan para pendemo saat dialog, Ketua DPRD Dompu Rafiudin H Anas SE yang memimpin langsung kegiatan tersebut, mengaku kaget dengan kenyataan yang terjadi di lapangan selama ini.(rifai)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: