you're reading...
Headline

Judi Togel di Dompu Minta Dilegalkan?


foto: Ilustrasi MN.

Dompu,MN—Menyusul sikap tegas aparat Polres Dompu yang menangkap dan menahan pelaku judi beromset puluhan juta per hari itu atau dikenal kupon putih, memaksa massa yang tergabung dalam Kualisi Rakyat Bersatu (Kobra) turun kejalan, Sabtu (5/5/2012) kemarin.
Mereka yang turun kejalan ini didominasi oleh pengepul (agen) mendatangi pihak DPRD Dompu untuk menyampaikan aspirasi dan kegundahannya atas sikap aparat Kepolisian yang menurut mereka mengusik kegiatan bermain judi hingga menahan beberapa rekan mereka di sel Mapolres setempat.
Menurut Ikhwahyuddin alias Boy yang memimpin aksi demo tersebut, sikap penahanan terhadap pelaku judi Togel tanpa memberi ruang untuk penangguhan penahahanan dinilai akan memunculkan persoalan baru bagi rakyat. Setidaknya, menurut aktifis ini, akan mengalami persoalan bagi ekonomi keluarga mereka. Pasalnya dengan menahan kepala rumah tangga tersebut roda kehidupannya akan terganggu.
Dengan dalih itu, ia meminta pada aparat terkait untuk tidak mengganggu masyarakat yang menurutnya bermain judi Togel sudah menjadi mata pencaharian di tengah sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan seperti sekarang ini.
Dengan sikap tegas aparat hukum tersebut, menurut Boy, akan memunculkan sejumlah persoalan, seperti hilangnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat, timbulnya penyakit sosial, dan bisa memunculkan instabilitas daerah.
Tiga persoalan itu, dikemukakan pada pertemuan dengan anggota dewan di ruang rapat Komisi usai melakukan kegiatan orasi di depan Kantor DPRD.
Dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Dompu, Iwan Kurniawan SE,MAP, H Ahmad MK SH.MH dan Kurnia Ramadhan SE menanggapi kehadiran wakil Kobra. Wakil rakyat itu mengatakan, pelanggaran hukum dalam bentuk apapun tidak bisa ditolerir, karena penegakan hukum harus ditegakkan secara simbang. Sehingga nantinya tidak bisa misalnya menjustifikasi bahwa akibat minimnya lapangan pekerjaan hingga membiarkan persoalan seperti kegiatan judi Togel tidak disentuh dari sisi hukum.
Dua politisi tersebut mengakui Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu belum mampu secara optimal untuk menyiapkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi empat persen yang dicanangkan memang belum mampu dipenuhi oleh pemerintah sekarang. Kondisi ini, kata Kurnia Ramadhan, tidak saja dialamai oleh Pemkab Dompu, namun secara nasional pertumbuhan ekonomi masih belum meningkat sesuai harapan masyarakat.
Secara tegas dalam pertemuan singkat yang dihadiri sejumlah anggota dewan dan perwakilan massa Kobra disimpulkan bahwa pelanggaran hukum dalam bentuk apapun harus diselesaikan melalui mekanisme yang ada. Kemudian menyangkut kurangnya lapangan pekerjaan dan ketertiban bagi masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah bersama masyarakat.
Setelah beraudiensi dengan pihak dewan, puluhan massa aksi yang datang dari berbagai wilayah kecamatan tersebut, kemudian menggunakan kendaraan roda dua beranjak menuju Mapolres Dompu.
Di Mapolres, kehadiran mereka diterima Wakapolres Dompu Kompol Dicky Subagyo. Mereka berharap agar tersangka judi Togel yang ditahan untuk diberikan penangguhan penahanan.
Namun menurut Dicky, selain harapan itu membutuhkan proses, mereka juga menemui dilema. Pasalnya akan mendapat sorotan dari berbagi elemen lain, seperti MUI misalnya yang selama ini mengharapkan aparat hukum untuk berupaya meminimalisir berkembangnya penyakit sosial yang terjadi di wilayah hukum Dompu.(rifaid)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: