you're reading...
Headline

Perampok Bertopeng Resahkan Warga


Ilustrasi

Bima (Media Nusantara)—Aksi perampokan kerap terjadi kapanpun dan dimana saja. Baik itu dijalan, di tempat sepih, keramaian maupun di rumah. Aksi mereka itupun, tak tanggung-tanggung menghilangkan nyawa korban jika melawan dan tak menuruti keinginan.
Seperti yang terjadi di desa Bolo kecamatan Madapangga kabupaten Bima-NTB, Kamis (22/3/2012) dini hari lalu. Diperkirakan pukul 02.30 WITA, rumah H Abakar warga setempat didatangi seorang perampok bertopeng, hingga menggasak uang senilai Rp6 juta milik korban.
Tak hanya itu, perampok juga sempat menganiaya pemilik rumah lantaran mencoba melawan dan berontak. Seperti dialami H Abakar—selain uangnya diambil, korban juga dianiaya dengan digulung pakai tikar tempat tidurnya. Sedangkan isterinya Ma’ani, juga mendapat perlakuan serupa.
Menurut pengakuan Ma’ani, uang Rp6 juta itu merupakan hasil jual jagung dari anaknya yang diterima sore hari sebelum kejadian—dan menurut rencana uang tersebut akan dipakai bayar hutang. “Namun sial hasil keringat kami ini dirampok,” ujar ibu tua penjual nasi bambu itu.
Ma’ani mengaku tak mengenal perampok berwajah topeng itu. Namun dia hanya bisa mengetahui ciri-ciri postur tubuh pelaku, yakni agak berbadan gemuk dan sedikit pendek.
Hingga Sabtu kemarin, keluarga korban belum ada niat untuk melaporkan kejadian itu ke polisi. “Biarkan saja dia (pelaku) makan uang keringat kami ini,” tandas Ma’ani.
Sementara itu, aksi perampokan di wilayah Madapangga dalam sepekan terakhir ini menimbulkan keresahan masyarakat. Seorang pedagang bakulan, Ate—asal warga dusun Lara desa Tambe kecamatan Bolo, dirampok orang tak dikenal disekitar jalan pedesaan ‘Karombo Mbe’e’ desa Campa-Madapangga, Kamis (22/3). Modus yang dilakukan inikali yakni berpura-pura sebagai tukang ojek.
Menurut informasi yang diendus MN, korban sore itu pulang jualan dari desa Campa, lalu menaiki ojek yang kebetulan ada disekitar jalan perkampung tersebut.
Setelah beranjak pulang dan jauh dari perkampungan, pengojek tiba-tiba menghentikan sepeda motor, kemudian langsung mengancam dan menggeledak baju ibu pedagang bakulan itu.
“Setelah mengambil uang hasil jualannya, perampok bertopengkan helm ini langsung kabur meninggalkan korban dipertengahan jalan,” demikian informasi tersebut.
Sementara pada hari yang sama, hal serupa sempat terjadi di tengah-tengah perkampungan warga di desa Rade-Madapangga, sekitar balai desa setempat. Namun aksi perampok yang terjadi sekira pukul 22.15 WITA itu gagal karena warga setempat lebih awal bersiaga menyusul kejadian di desa Bolo sebelumnya.
Pantauan langsung MN di TKP, seorang perampok berwajah topeng itu dikejar oleh ratusan warga. Balai desa yang menjadi dugaan tempat persembunyianpun, juga dikepung warga. Namun setelah diketahui, perampok bertopeng ini lolos dan melewati sungai sebelah utara perkampungan.
Menurut infomasi, sebelum kejadian, warga di perkampungan itu baru saja menerima hasil penjualan kacang mereka. Masing-masing petani di desa ini mendapat hasil penjualan berkisar Rp8 juta hingga Rp12 juta.(yadin)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: