you're reading...
Headline

Pendistribusian Listrik di Bima Lumpuh


“Dua Hari Dilanda Angin Kencang”

Bima (Media Nusantara)—Angin kencang yang melanda wilayah kecamatan Bolo kabupaten Bima dan sekitarnya, Kamis (15/3) dini hari, mengakibatkan sejumlah pohon-pohon dijalan raya tumbang. Tidak hanya itu, beberapa rumah warga dan tembok perkantoran juga ikut roboh menyusul kencangnya angin tersebut.
Kejadian yang diperkirakan pukul 01.20 WITA dini hari itu, juga membuat masyarakat Bolo panik. Warga terpaksa keluar rumah meski pada malam hari—mereka khawatir adanya kemungkinan terjadi puting beliung. Kencangnya angin pada malam dini hari itu juga disertai curah hujan yang cukup besar.
Hasil pantauan dilapangan, selain pohon tumbang—kerusakan-kerusakan lain yang disebabkan angin kencang menimbulkan sejumlah jaringan listrik di kabupaten/kota Bima putus. Bahkan beberapa tiang penyangga jaringan listrik pun ikut roboh. Akibatnya, pendistribusian listrik di dua daerah tersebut sempat terganggun selama beberapa jam.
Terganggunya pendistribusian listrik itu salah satu disebabkan kerusakan listrik yang terjadi pada pembatas pengaman jaringan listrik atau disebut CO, alat pengaman pembatas pada listrik jika terjadi tegangan lebih.
Seprti kerusakan yang terjadi di desa Palama kecamatan Madapangga kabupaten Bima—dimana alat pengaman tegangan menengah di wilayah itu terputus tertumbang pohon kapuk.
Sementara di desa Campa-Madapangga, satu tiang beton listrik juga patah tertumbang pohon. Pohon tumbang disebabkan tingginya kecepata angin yang rata-rata diperkirakan 50 knock, atau 40 km per jam.
Kerusakan lain seperti robohnya tembok pagar di kantor PLN Bolo pembantu Ranting Woha. Tembok setinggi 2,3 meter itu, roboh tertumbang pohon disekitar itu.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui kerugian material akibat dilanda angin kencang yang hingga saat ini masih melanda wilayah Bolo dan sekitarnya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan peringatan sejak 15 Maret hingga 16 Maret 2012 bahwa perlu diwaspadai angin kencang di wilayah NTB yang mencapai 40 Km/jam—serta kenaikan tinggi gelombang di perairan NTB yang mencapai 6.0 meter.(adi pradana)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: