you're reading...
Headline

Masyarakat Bisa Berinternet Murah Lewat MPLIK


Para pelajar SMA di kecamatan Bolo antusias manfaatkan fasilitas MPLIK dengan berinternet Rp1.000 per jam.

Bima,MN—Program MPLIK yang dijalankan pemerintah pusat, kini mulai dirasakan masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia. Seperti di daerah kabupaten Bima Provinsi NTB—MPLIK ini menjadi harapan masyarakat terutama bagi para pelajar didalam meluangkan waktu untuk mengetahui beragam informasi di belahan dunia.
Tak hanya itu, lewat program tersebut, masyarakat juga lebih mudah mengakses innformasi maupun pengumuman penting lainnya yang bermanfaat bagi kehidupan mereka.
Di desa Rasabou kecamatan Bolo, kabupaten Bima-NTB misalnya. Salah satu desa di kecamatan Bolo ini menjadi tempat beroperasinya program MPLIK dengan menyediakan sarana dan fasilitas untuk berinternet. Mobil Pelayanan Internet Kecamatan (MPLIK) ini, juga sangat diminati masyarakat terutama bagi kalangan remaja dan pelajar didalam menyedot sejumlah informasi lewat internet—termasuk biaya cukup murah sehingga masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
Seperti halnya biaya pembayaran berinternet. Dengan fasilitas yang dimiliki MPLIK ini, masyarakat hanya mengeluarkan biaya murah sebesar Rp1.000 per jam—dibanding menggunakan fasilitas di Warnet dengan biaya Rp3.000 per jam.
Masyarakat juga berharap kepada pemerintah agar program MPLIK nantinya akan lebih mempermudah lagi bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi melalui MPLIK ini.
Disamping itu, keberadaan MPLIK juga diharapkan dapat memberikan akses internet yang bersifat positif dan edukatif melalui pendekatan secara struktural dengan sosialisasi internet sehat dan aman.
Motivator Kampung Media Bolo Syafruddin mengatakan, dengan adanya program MPLIK tersebut diharapkan masyarakat dapat menghindari dampak negatif internet yang tidak disaring oleh profider. Oleh karena itu, profider dapat menggunakan filter dari segi tekhnologi.
Diakui pula, keterlibatan Kampung Media yang terbentuk sejak tahun 2008, dengan 50 komunitas yang ada di seluruh kabupaten/kota di NTB sangat positif. Kampung Media sendiri katanya, sudah memiliki personel yang siap dipekerjakan. Akan tetapi sarana prasarananya yang belum memenuhi syarat. Disatu sisi pemerintah pusat mempunyai program akan tetapi tidak mempunyai pelaksananya di bawah.
“Mungkin inilah bentuk sinergi yang dilakukan pemerintah pusat dengan provinsi NTB nanti. Karena Program relawan TIK tersebut sama persis dengan program Kampung Media yang bagaimana menjadi duta informasi di kampunya,” katanya.
Menurut Syafruddin, Kampung Media bukan saja memberi edukasi kepada masyarakat, akan tetapi juga mengubah budaya bertutur masyarakat menjadi budaya menulis, dan menyadarkan masayarakat untuk meningkatkan ekonominya.
Sehingga, lanjut dia, dengan layanan internet yang ada di kecamatan dan MPLIK ini, menurutnya harus dikelola oleh orang-orang yang paham IT. Karena informasi pula menyatakan bahwa target pemerintah pusat tahun 2015 adalah 50 persen penduduknya bisa menggunakan internet. “Kalau diukur, saya kira di tingkat NTB sangat mungkin target itu tercapai,” tuturnya.(yadin)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: