you're reading...
Headline

Prahara Muscab II Partai Demokrat Kabupaten Bima


 “Munculnya SK DPAC Lebih dari Satu”

Utusan DPP Partai Demokrat diboyong polisi kelua dari arena Muscab II PD Kabupaten Bima yang berlangsung di RM Lesehan Putri, Ahad (4/3/2012). Pengamanan itu dilakukan untuk menghindari amarah massa simpatisan Demokrat yang menduga kecurangan dalam Muscab tersebut.

Kota Bima,MN—Musyawara Cabang (Muscab) II Partai Demokrat kabupaten Bima yang berlangsung di RM Lesehan Putri, Ahad (4/3/2012) kemarin, berakhir ricuh. Selain terjadi dualisme kepemilikan SK DPAC—kericuhan juga dipicu tidakhadirnya Ketua DPC Demokrat Hairil di arena tersebut.

Ironisnya lagi, tiga orang utusan DPD Demokrat Provinsi NTB, dan seorang dari DPP sempat diamankan polisi untuk menghindari amarah massa pendukung salah satu kandidat calon yang menguasai tempat arena Muscab.
Pantauan langsung MN—utusan DPP terpaksa diboyong keluar oleh polisi meski sempat berhadapan dengan massa pendukung salah satu kandidat calon. Tiga orang utusan DPD Provinsi pun juga dilakukan hal yang sama untuk menghindari kejadian tak diinginkan.
Beruntung di luar arena, untusan DPD dan DPP diboyong diamankan kedalam mobil milik Drs H Zainul Arifin (kandidat calon) sehingga massa pun tak berani mengganggu.
Meski para utusan itu telah diamankan polisi, ketegangan didalam maupun di luar arena Muscab terus berlanjut. Pihak panitia sekaligus yang bertanggung jawab dalam Muscab itu tak mampu meredamkan protes bertubi-tubi dari sejumlah DPAC.
Para DPAC tetap ngotot meminta dalam Muscab II partai berlambang mercedes itu agar dihadirkan ketua DPC Demokrat kabupaten Bima Hairil—guna mempertanggung jawabkan baik penggunaan anggaran selama menjadi ketua partai serta SK DPAC yang diterbitkan lebih dari satu.
DPAC yang memiliki SK seperti itu diantara kecamatan Bolo, Madapangga, Tambora—dan bahkan hampir DPAC-DPAC di 18 kecamatan memiliki SK lebih dari satu. Akibatnya di tempat arena pun DPAC yang muncul sebanyak 40 orang—padahal—di kabupaten Bima hanya memiliki 18 wilayah kecamatan.
Sebelumnya, Ketua OKK sekaligus yang diberi mandat oleh ketua DPC dalam pelaksanaan Muscab II, Ahmad Yani mengaku bahwa DPAC yang berhak mengikuti Muscab itu adalah mereka yang sudah direkomendasi oleh DPD Provinsi. Bahkan mereka sudah diverifikasi di tingkat kecamatan.
“Tapi saya belum tahu DPAC mana yang sudah diverifikasi,” kata A Yani sekilas menjawab pertanyaan wartawan di tempat arena Muscab.
Sementara itu—di arena Muscab II PD juga muncul kubu DPAC versi H Sulaiman Hamzah. Beberapa DPAC tersebut mengaku memiliki SK sebagai ketua DPAC dari Sulaiman Hamzah yang saat itu dipercaya sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat kabupaten Bima.
Namun menurut Sakura, salah satu kandidat calon di tempat arena, mengaku bahwa DPAC SK Sulaiman Hamzah tidak diakui keabsahannya karena dinilai cacat hukum. Pasalnya, kata dia, didalam aturan partai tidak berhak Plt DPC menerbitkan SK DPAC.(yadin)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: