you're reading...
Hukum

Masyarakat Madapangga Tuntut Kompensasi dari PT Bunga Raya


PT Bunga Raya yang saat ini sedang beroperasi di desa Monggo, Kecamatan Madapangga-Bima NTB.

Bima (Media Nusantara)—Keberadaan PT Bunga Raya yang beroperasi di desa Monggo kecamatan Madapangga, kabupaten Bima-NTB, kini mendapat kritikan dan protes dari beberapa elemen mahasiswa. Aktivitas perusahaan pemecah batu dalam pembuatan bahan pengaspalan tersebut dinilai menimbulkan kecemburuan sosial masyarakat, disamping berdampak pada pencemaran lingkungan.
Disisi lain, pengambilan dan penggalian material berupa batu maupun kerikil di sejumlah sungai, juga berdampak terhadap hilangnya mata pencahrian bagi pemilik gerobak—disamping menimbulkan erosi tanah pada lahan persawahan petani di sekitar lokasi.
Bahkan sejumlah aktifis di wilayah itu juga mengklaim sejak beroperasinya perusahaan PT Bunga Raya di Madapangga, belum adanya satu kesepakatan yang dapat memberikan konstribusi jelas terhadap masyarakat maupun pembangunan kecamatan Madapangga.
Seperti kritikan dan protes disampaikan oleh Forum Pemuda Komunikasi (FOKER) Madapangga di kantor Camata setempat, Rabu (14/2/2012) kemarin. Mereka meminta kepada PT Bunga Raya untuk memberikan kopenisasi langsung kepada masyarakat Madapangga sebagai bentuk wujud nyata konstribusi operasinya PT Bunga Raya. Apabila tuntutan tersebut tidak diindahkan, maka SK eksploitasi material di desa Mpuri dan Campa dicabut.
Permintaan maupun tuntutan tersebut disampaikan kepada Camat Madapangga saat pertemuan bersama terkait transparansi selama PT Bunga Raya beroperasi di wilayah Madapangga—FOKER juga menilai bahwa selama ini PT Bunga Raya tidak memberikan konstribusi yang jelas terhadap masyarakat maupun untuk pembangunan kecamatan Madapangga.
Ketua Lingkaran Mahasiswa Madapangga (LIMA) Mahfud juga menambahkan, apabila PT Bunga Raya tidak memberikan konpenisasi, maka akan melakukan aksi besar-besaran dengan menilai bahwa keberadaan PT Bunga Raya di Madapangga telah merugikan masyarakat Madapangga keseluruhan.
“Aksi protes nanti sebagai bentuk kepedulian kami sebagai anak bangsa yang dilahirkan di Madapangga untuk selalu memperhatikan dan menjaga terhadap kelestarian lingkungan alam atas ancaman kerusakan yang dilakukan oleh para pemodal demi kepentingan individu maupun kelompok,” tegas Mahfud.(kamaluddin)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: