you're reading...
Headline

Ada Pengalihan BOS di SMPN 1 Madapangga?


—Sah-sah saja jika sekolah Membutuhkan—

Bima (Media Nusantara)—Sejak tahun 2009, penggunaan dana BOS di SMPN 1 Madapangga, Bima-NTB dipertanyakan. Masalahnya, penggunaan operasional siswa tersebut tidak mengacu pada hasil rapat bersama guru dan komite sekolah.
Menurut Nukman, untuk tahun 2009-2010—ada barang yang tidak dibeli yaitu mesin jenset, mesin pemotong rumput, dan buku panduan guru. Padahal, kebutuhan tersebut sudah disepakati melalui rapat bersama guru dan komite. Selain itu, juga disepakati pengunaan dana BOS untuk pemasangan internet, malah dialihkan untuk pembangunan pagar sekolah.
“Padahal dalam rapat bersama komite, panitia dan bendahara telah disepakati penarikan uang dari masing-masing siswa sebesar Rp 150 ribu untuk pembangunan pagar dan pemasangan paving blok yang belum juga selesai”, kata Nukman.
Bentuk pengalihan lain, lanjut Nukman, dana BOS 2011 diduga dipakai untuk menalangi pajak proyek rehab ruang multi media. Sedangkan media pembelajaran berupa laptop dan LCD yang dibeli menggunakan dana BOS, malah disimpan di rumah pribadi kepala sekolah dan tidak diberi kesempatan guru-guru untuk menggunakannya karena takut rusak.
Terkait tudingan itu, Kasek SMPN 1 Madapangga Mansyur S.Pd membantah adanya pengalihan penggunaan dana BOS di sekolahnya.
“Penggunaan dana BOS sesuai hasil rapat dan ada notulennya, jadi tidak bisa sembarangan. Termasuk pembagunan pagar sekolah dan pemasangan paving blok, itu sama sekali tidak menyentuh dana BOS,” tegas Mansyur.
Tentang rencana pengunaan dana BOS untuk menalangi pajak proyek ruang multi media, Mansyur mengaku itu sah-sah saja jika sekolah membutuhkan. “Jika sekolah tidak memiliki dana, maka uang manapun bisa digunakan untuk membayar pajak proyek, kalau perlu akan dibayar dengan gaji saya sendiri”, aku Mansyur.
Bantahan yang sama juga disampaikan bendahara BOS SMPN 1 Madapangga Tasrif S.Pd. Dia menegaskan bahwa tidak ada pengalihan penggunaan dana BOS di sekolah tersebut.
“Mengenai rencana penggunaan dana BOS untuk pembelian mesin genset, itu kami anggap tidak terlalu penting sehingga kita utamakan hal-hal yang dianggap lebih urgen. Begitu pula rencana penggunaan BOS untuk menalangi pajak proyek ruang multi media, sampai sekarang pajak tersebut malah belum dilunasi,” ungkap Tasrif.
Sementara bendahara proyek pembangunan ruang multi media Surya SE mengatakan, bahwa tidak ada penggunaan dana BOS dalam pembayaran pajak dimaksud. “Mengenai tertundanya pelunasan pajak, itu dipengaruhi seketika naiknya harga bahan bangunan sehingga dana yang dialokasikan untuk pajak terpaksa dipakai menutupi biaya pelaksanaan,” ungkapnya.(kamaluddin)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: