you're reading...
Headline

“Lingkaran Iblis Penimbun Pupuk”


….EDITORIAL….

Ibarat nyanyian ‘setan’ yang terus diulang-ulang. Masalah kelangkaan pupuk, sepertinya menjadi langganan tetap yang kerap membebani petani khususnya di Bima. Bagaimana tidak, ketika kebutuhan pupuk sudah mendesak, petani sepertinya diwajibkan bersusah payah untuk mencari kesana-kemari. Padahal, Pemerintah telah menghabiskan anggaran subsidi yang tidak sedikit hanya untuk menolong petani yang rata-rata miskin. Namun kemurahan hati Pemerintah tersebut, kerap disalahgunakan oleh oknum yang tidak bosan-bosan mendulang keuntungan.
Bicara tentang distribusi pupuk, adalah bicara tentang kebobrokan. Saat petani kebingungan mencari pupuk, pihak distributor malah sibuk menyusun dalih untuk selamatkan eksistensinya. Petani tidak butuh teori dan retorika, tapi yang mereka inginkan adalah kepastian tentang ketersediaan pupuk dan tempat dimana mereka bisa dapatkan pupuk dengan mudah. Bila kondisi seperti ini dibiarkan, jangan heran jika himpitan kesulitan mereka akan berubah jadi “bom waktu”.
Yang ditunggu sekarang adalah sikap dan ketegasan Pemerintah Daerah, lebih-lebih pihak Legislativ yang bertugas untuk menjembatani suara rakyat. Dengan fenomena kelangkaan pupuk yang demikian membebani petani, patut ditanyakan kemana mata dan telinga para penguasa itu? Apakah mereka juga ikut andil menciptakan ‘lingkaran iblis’ yang menyiksa petani tersebut? Aparat hukum juga semestinya tidak tinggal diam. Jika dalam masalah kelangkaan pupuk ini terdapat indikasi yang mengarah pada tindak kejahatan, sebaiknya segera diusut sebelum hal itu menyulut kemarahan rakyat.
Ada hal penting yang perlu dicatat. Masalah kelangkaan pupuk di Bima sudah merupakan lagu lama yang terus terulang tiap musim tanam. Jika saja pemerintah punya hati terhadap rakyatnya, maka keberadaan para pelaku distribusi pupuk sebaiknya ditinjau kembali.
Mencari orang pintar yang mampu, itu sangat mudah. Namun, mencari orang pintar yang jujur, juga butuh kearifan. Pemerintah seharusnya lebih arif dalam merekomendasikan pihak yang akan berperan sebagai distributor pupuk, jangan sampai malah menjadi bagian dari pencari keuntungan atas kesulitan rakyat.(**)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: