you're reading...
Headline

Situasi di Lambu Masih Mencekam


“Warga Tutup Akses Jalan”

Bima (NTB)—Hingga Senin (26/12/2011) malam, situasi di kecamatan Lambu pasca insiden berdarah di Pelabuhan Sape kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih mencekam. Warga Lambu dan Sape tetap berpendirian menolak pertambangan emas di wilayah mereka.
Akses jalan yang menuju ke wilayah tersebut ditutup menyusul dua orang warga setempat meninggal akibat terkena timah panas yang diduga ditembak oleh anggota satuan Brimob yang membubarkan blockade di pelabuhan Sape, dua hari sebelumnya.
Pasca insiden 24 Desember itu, juga memicu warga Lambu dan Sape membakar kantor Mapolsek Lambu serta beberapa kantor pemerintah lainnya. Selain itu, beberapa rumah pejabat pemerintah yang mendukung beroperasinya pertambangan emas di Lambu, juga dibakar massa.
Pasca insiden berdarah—polisi melaporkan dua orang jatuh tewas, 10 lainnya luka yang diantaranya masih dirawat di RSUD Bima dan Mataram.
Versi masyarakat menyebutkan, insiden berdarah tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka.
Sementara Komnas HAM menyebutkan insiden berdarah di pelabuhan mengakibatkan tiga orang tewas. Bahkan diduga ada pelanggaran HAM yang dilakukan oknum aparat Brimob dalam pembubaran blockade.
Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil otopsi penyebab kematian dua orang warga dalam insiden tersebut. Namun diduga kuat korban tewas disebabkan hujatan timah panas yang dilakukan aparat Brimob dalam pembubaran blockade di pelabuhan Sape.(bop)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: