you're reading...
Headline

Polisi Bubar Paksa Blokade Massa di Pelabuhan Sape


“Tewas Tertembak Melebihi Dua Orang, Puluhan Luka”

Bima (NTB)—Pembubaran paksa blockade ribuan massa oleh satuan polisi di pelabuhan Sape kabupaten Bima-NTB, Jum’at (23/12/2011) kemarin, mengakibatkan dua orang tewas dan puluhan luka berat.
Dampak dari itu, ribuan massa di kecamatan Lambu dan Sape terpaksa melakukan perlawanan meski harus berhadapan dengan tembakan timah panas dari polisi. Bahkan kantor polisi dan beberapa kantor desa di wilayah itu, di bakar sebagai bentuk kekecewaan tindakan brutal anggota polisi saat membubar blockade massa.
Dampak dari itu pula—massa juga mendatangi kantor wakil rakyat (DPRD) kabupaten Bima menyusul terjadinya insiden berdarah di pelabuhan Lambu. Mereka membakar kursi tamu di ruang loby wakil ketua DPRD sebagai bentuk kekecewaan atas meninggalnya rekan mereka akibat ditembak babibuta oleh polisi.
Pantauan langsung di kantor DPRD—puluhan mahasiswa dan masyarakat yang ikut memberikan solidaritas atas insiden di Lambu—juga dikejar dan dipukul hingga berdarah di sekitar lapangan Bhayangkara, gunung dua Polres Bima Kota.
Informasi yang diperoleh pasca insiden di Lambu menyebutkan, korban tewas disinyalir melibihi dua orang akibat tertembak—puluhan lainnya mengalami luka akibat dipukul yang saat ini masih dirawat secara intensif di RSUD Bima.
Sementara Praktisi Hukum Jhonson Panjaitan mengatakan, cara polisi membubarkan paksa ribuan massa di Pelabuhan Sape merupakan tindakan brutal dengan menggunakan tembakan membabibuta. “Jika seperti ini terus terjadi, polisi tak perlu ada di Bima—dan Kapolda NTB segera dicopot dan bertanggungjawab atas insiden itu,” ujarnya seperti disiarkan MetroTV, Sabtu sore tadi di Jakarta.(bop)

Diskusi

3 thoughts on “Polisi Bubar Paksa Blokade Massa di Pelabuhan Sape

  1. polisi kayak gak punya pendidikan

    Suka

    Posted by adi | Desember 24, 2011, 6:10 PM
  2. doyan banget nembakin Masyarakat yaaa…..dkit2 nembak…jd atut dech….

    Suka

    Posted by Hijauku | Desember 26, 2011, 9:00 PM
  3. Sangat patut dicurigai bahwa birokrat-birokrat dibima menikmati hasil melalui upeti dan suap dari penerbitan izin. Dan konsekuensinya, rakyat menderita dan tidak memiliki akses terhadap tanah, tanah yang menjadi sumber bertahan hidupnya

    Suka

    Posted by Adnin | Desember 27, 2011, 8:26 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: