you're reading...
Headline

Gagal Eksekusi, Dua Kubu Nyaris Bentrok


Bima (Media Nusantara)—Eksekusi tanah seluas 68 are di lokasi so’La Kalo, desa Bolo kecamatan Madapangga kabupaten Bima-NTB gagal dilaksanakan, Rabu (21/12/2011) kemarin. Pasalnya, keluarga tergugat H Muhtar menghalangi langkah tersebut hingga nyaris bentrok dengan kubu penggugat Amiruddin asal desa Tambe kecamatan Bolo.
Meski dalam pengawalan dari aparat Kepolisian Polres kabupaten Bima, namun tak menyurut keluarga tergugat menghalangi rencana eksekusi tersebut.
Pantauan langsung MN, akibat penolakkan eksekusi menimbulkan arus lalulintas di jalan lintas Bima-Sumbawa—100 meter sebelah barat kantor Ranting PLN Bolo macet.
Langkah eksekusi itu merupakan bentuk tindaklanjut pihak Pengadilan Negeri (PN) Bima, setelah sengketa dimaksud cukup lama ditempuh melalui jalur hukum hingga ke tingkat Mahkamah Agung (MA).
Menurut perwakilan Pengadilan Negeri Bima H Hair, meski hari ini gagal dilakukan eksekusi, namun langkah eksekusi tersebut tetap dilakukan berdasarkan keputusan hukum dengan mengacu berita acara pengosongan dan penyerahan No.25/BA.EKS/PDT.G/2011/PN.RBI—perkara Nomor:59/PDT.G/2008/PT.MTR.jo perkara Nomor:117/PDT/2009/PT.MTR.jo perkara Nomor:1168 k/pdt.2010.
Juru Sita Pengadilan Negeri Raba Bima M Yasin menduga ada empat oknum yang mendalangi sehingga eksekusi tersebut gagal dilaksanakan. Bahkan pihaknya merencana akan mempolisikan empat oknum tersebut, salah satunya adalah anggota Danramil Bolo (M Said,red).
Sementara itu, pihak penggugat Amiruddin ditemui dilokasi eksekusi mengatakan, masalah tersebut berawal dari adanya transaksi dalam bentuk gadai tanah antara dirinya dengan pihak H Muhtar, warga desa Bolo kecamatan Madapangga. “Transaksi tersebut terjadi sejak tahun 1997 silam. Namun hal ini disangkal oleh H Muhtar,” ujar Amir.
Amir juga menjelaskan, tanah tersebut digadaikan kepada H Muhtar senilai Rp9.700.000—namun H Muhtar menyangkal dan mengklaim bahwa tanah tersebut telah dijual. Karena adanya demikian, mpuh jalur hukum—mulai proses di Pengadilan Negeri Raba Bima, Pengadilan Tinggi Mataram, hingga ke Mahkamah Agung (MA). “Jadi, tahap demi tahap tersebut tetap dimenagkan oleh saya,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, pihak tergugat H Muhtar mengaku bahwa tanah tersebut sudah dijual oleh Amiruddin (penggugat) seharga Rp9.700.000. “Ada bukti jual belinya,” katanya singkat.(one/kamal)

Diskusi

One thought on “Gagal Eksekusi, Dua Kubu Nyaris Bentrok

  1. Sangat patut dicurigai bahwa birokrat-birokrat dibima menikmati hasil melalui upeti dan suap dari penerbitan izin. Dan konsekuensinya, rakyat menderita dan tidak memiliki akses terhadap tanah, tanah yang menjadi sumber bertahan hidupnya.

    Suka

    Posted by Adnin | Desember 27, 2011, 8:24 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: