Ribuan Mahasiswa Demo Kecam Insiden Berdarah di Lambu


Bima (NTB)_Ribuan massa dari gabungan mahasiswa di Kota dan Kabupaten Bima melakukan unjuk rasa di depan kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bima, Selasa (27/12/11). Unjuk rasa tersebut, disamping menolak ijin operasi pertambangan emas di kecamatan Lambu, Bima-NTB, massa juga melakukan protes atas insiden berdarah yang menewaskan empat orang warga Lambu saat pembubaran paksa blokade massa di pelabuhan Sape-Bima pada 24 Desember 2011 silam. Selain korban tewas, insiden itu juga mengakibatkan puluhan lainnya mengalami luka parah–diantara mereka ada yang dirawat di RSUD Bima dan sebagiannya dilarikan ke RSU Mataram untuk menjalani operasi akibat terkena timah panas.

Lanjutkan membaca Ribuan Mahasiswa Demo Kecam Insiden Berdarah di Lambu

Iklan

Situasi di Lambu Masih Mencekam


“Warga Tutup Akses Jalan”

Bima (NTB)—Hingga Senin (26/12/2011) malam, situasi di kecamatan Lambu pasca insiden berdarah di Pelabuhan Sape kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih mencekam. Warga Lambu dan Sape tetap berpendirian menolak pertambangan emas di wilayah mereka.
Akses jalan yang menuju ke wilayah tersebut ditutup menyusul dua orang warga setempat meninggal akibat terkena timah panas yang diduga ditembak oleh anggota satuan Brimob yang membubarkan blockade di pelabuhan Sape, dua hari sebelumnya.
Lanjutkan membaca Situasi di Lambu Masih Mencekam

Polisi Bubar Paksa Blokade Massa di Pelabuhan Sape


“Tewas Tertembak Melebihi Dua Orang, Puluhan Luka”

Bima (NTB)—Pembubaran paksa blockade ribuan massa oleh satuan polisi di pelabuhan Sape kabupaten Bima-NTB, Jum’at (23/12/2011) kemarin, mengakibatkan dua orang tewas dan puluhan luka berat.
Dampak dari itu, ribuan massa di kecamatan Lambu dan Sape terpaksa melakukan perlawanan meski harus berhadapan dengan tembakan timah panas dari polisi. Bahkan kantor polisi dan beberapa kantor desa di wilayah itu, di bakar sebagai bentuk kekecewaan tindakan brutal anggota polisi saat membubar blockade massa.
Dampak dari itu pula—massa juga mendatangi kantor wakil rakyat (DPRD) kabupaten Bima menyusul terjadinya insiden berdarah di pelabuhan Lambu. Mereka membakar kursi tamu di ruang loby wakil ketua DPRD sebagai bentuk kekecewaan atas meninggalnya rekan mereka akibat ditembak babibuta oleh polisi.
Pantauan langsung di kantor DPRD—puluhan mahasiswa dan masyarakat yang ikut memberikan solidaritas atas insiden di Lambu—juga dikejar dan dipukul hingga berdarah di sekitar lapangan Bhayangkara, gunung dua Polres Bima Kota.
Informasi yang diperoleh pasca insiden di Lambu menyebutkan, korban tewas disinyalir melibihi dua orang akibat tertembak—puluhan lainnya mengalami luka akibat dipukul yang saat ini masih dirawat secara intensif di RSUD Bima.
Sementara Praktisi Hukum Jhonson Panjaitan mengatakan, cara polisi membubarkan paksa ribuan massa di Pelabuhan Sape merupakan tindakan brutal dengan menggunakan tembakan membabibuta. “Jika seperti ini terus terjadi, polisi tak perlu ada di Bima—dan Kapolda NTB segera dicopot dan bertanggungjawab atas insiden itu,” ujarnya seperti disiarkan MetroTV, Sabtu sore tadi di Jakarta.(bop)