you're reading...
Politik

Deadlock akan Mewarnai Musda PAN


Bima,MN.—Menjelang Musyawara Daerah (Musda) Partai Amanat Nasional (PAN) kabupaten Bima yang akan dihelat awal Desember ini, sejumlah pengamat dan tokoh politik mulai ramai membahas seputar hajatan partai berlambang mata hari itu. Calon kandidat yakni H Syafrudin dan H Ady Mahyudi, sontak menjadi topik sentral pembicaraan. Hal itu wajar, karena keduanya merupakan kader kawakan yang sama-sama memiliki kekuatan dan kans untuk mengalahkan rivalnya.
H Syafrudin, yang saat ini merupakan orang nomor dua di Kabupaten Bima, tentunya siap secara pari purna dalam merebut posisi bergengsi sebagai ketua DPD PAN Kabupaten Bima untuk periode mendatang. Jabatannya sebagai Wakil Bupati Bima merupakan jaminan kekuatan, baik secara financial maupun akses politik. Sedangkan Ady Mahyudi, sebagai tokoh politik murni tentunya telah mempersiapkan strategi dan jurus-jurus pamungkas untuk mempertahankan kursi kebesarannya sebagai ketua DPD PAN Kabupaten Bima saat ini.Salah seorang pengamat politik Bima, Syarif menilai, bahwa akan ada trik-trik dahsyat pada Musda tersebut jika intervensi DPP mendominasi. Kemungkinan paling jauh adalah keputusan Deadlock oleh orang-orang DPP ketika keadaan mengharuskan untuk itu.
“Keputusan deadlock merupakan hak DPP jika alasan untuk itu terpenuhi. Menciptakan kondisi ‘harus dead lock’ merupakan trik yang nyeleneh namun kerap terjadi. Otomatis yang dirugikan adalah kandidat yang memiliki kekuatan dukungan di bawah, karena DPP berhak mengeluarkan keputusan dengan mengabaikan kecenderungan arus bawah. Itu jika terjadi dead lock lho,” ujar Syarif.
Namun, tambahnya, mengabaikan keinginan arus bawah lebih-lebih pemegang hak pilih, akan berimbas buruk bagi partai kedepan—karena kekuatan partai di daerah berada di tangan mereka, bukan di tangan DPP. Tidak mustahil jika kader yang merasa diabaikan suaranya akan ramai-ramai ‘loncat pagar’.
“Kalau ingin mempertahankan kebesaran partai, maka para pemegang hak suara yang merasa dominan terhadap salah satu kandidat wajib mempertahankan peti suara apapun caranya. Penghitungan suara dukungan harus dipastikan diselesaikan di Bima,” saran Syarif.(one)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: