you're reading...
Headline

Beberapa PKBM di Bolo Akan Dilaporkan ke Kejaksaan


“Dugaan Manipulasi Data WB”

Ilustrasi

Bima (Media Nusantara)—Program Keaksaraan Fungsional (KF) yang dilaksanakan di kabupaten Bima – NTB, hingga saat ini masih berlanjut. Pasalnya, batas waktu penyelesaian program pemberantasan buta AKSARA tersebut berakhir Desember 2011.
Pemerintah Provinsi NTB terus melakukan pengawasan secara intens agar program KF berjalan sukses. Namun dibalik gesitnya pengawasan itu sendiri, ada dugaan manipulasi data warga belajar (WB) yang dilakukan oleh beberapa PKBM sebagai pelaksana di lapangan.
Dugaan itu berdasarkan hasil temuan dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyebutkan diantara sekian PKBM sebagai pihak pelaksana program KF di lapangan (Bolo,red) diduga ada yang memanipulasi data warga belajar, termasuk nama tutor.
Bahkan hasil temuan mereka akan melaporkan secara resmi kasus dugaan manipulasi data tersebut ke lembaga penegak hukum (Kejaksaan,red).
Di kecamatan Bolo hingga saat ini masih melaksanakan program KF. Bahkan akhir Oktober 2011 lalu, empat PKBM mendapat tambahan paket kelompok warga belajar. Mereka adalah PKBM Dian Lestari milik Anwar Marhaban (desa Rasabou), PKBM Cakrawala (Drs Suparman-Rato), PKBM Wahyu (Rusdin-Rasabou) dan PKBM Satria Perdana (Isnaini-Sanolo).
Penambahan paket kelompok warga belajar tersebut terkesan ‘dipaksakan’ demi mendatangkan dana Rp10 juta per kelompok. Di desa Rato misalnya—dimana PKBM Cakrawala mendapat tambahan diperkirakan 9 kelompok WB untuk diselesaikan Desember mendatang.
Namun, kegiatan pemberantasan buta Aksara di desa itu, akan diakhiri oleh PKBM Tunas Harapan, yang saat ini sedang menyelesaikan laporan hasil kegiatan selama 32 hari lalu.
Menurut Ketua PKBM Tunas Harapan yang ditemui wartawan awal kegiatan KF pada September 2011 lalu, bahwa delapan kelompok WB di Rato yang dibelajarkannya hingga akhir 2011, akan selesai dan tak ada lagi yang tersisa.
Sementara itu, Kepala UPT Dikpora kecamatan Bolo Drs Saidin ditemui wartawan di kantornya, Rabu (16/11), mengatakan, berkaitan data warga belajar, itu diambil dari BPS dan pemerintah desa. “Jadi hal ini kita tidak dilibatkan, karena UPT hanya menerima nama dan foto WB saja,” ujarnya.
Dalam kegiatan pendidikan non formal tersebut, UPT berperan sebagai tim monitoring. Saidin pun mengaku menemukan seperti tingkat kehadiran warga belajar di lapangan tidak maksimal. “Ini mungkin terjadi karena aktifitas WB beragam,” kiranya.
Berkaitan adanya temuan dugaan penyimpangan pelaksanaan program KF, menurut Saidin, kalaupun ada—hal itu dapat diselesaikan karena batas waktu hingga Desember nanti. Namun dirinya belum tahu persis persoalan yang menjadi dugaan tersebut. “Ini mungkin hanya mof saja,” katanya.
Sementara itu, Koordinator ITK Bima Al Imran dikonfirmasi via SMS, Kamis (17/11) kemarin, mengatakan adanya penilai (mof,red) seperti itu ada hal yang biasa. “Namun perlu diketahui pada saat kapan kita melaporkan kasus tersebut,” katanya.
Tahun sebelumnya, Kejaksaan Negeri Raba-Bima (Kejari) menetapkan oknum staf lingkup Dikpora Kabupaten Bima Abidin Ahmad S.Pd, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Keaksaraan Fungsional (KF) tahun 2007 senilai Rp200 juta.
Modus yang dilakukan tersangka memotong anggaran operasional Keaksaraan Funsional (KF) secara bervariatif di setiap PKBM. “Angkanya, ada yang satu hingga dua juta setiap PKBM, dimana PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) tersebut terdiri dari lebih 100 PKBM—dan tersangka (Abidin,red) sebagai petugas yang menyalurkan bantuan, namun ia justru melakukan pemotongan secara sepihak sebelum diberikan pada tiap PKBM yang menerima bantuan”.(sumber:mediagardaaskota).(bop)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: