you're reading...
Headline

Aksi Warga Jati Mengi Segel Kantor KSPH Manggelewa


Kadishut SPH Dituding “Otak Pelaku”
Dompu (MTB)—Puluhan warga petani desa Jati Mengi Tegal Seri Kecamatan Manggelewa, kabupaten Dompu menyengel kantor dinas kehutanan Seksi Pemangkuan Hutan (SPH) wilayah setempat. Penyegelan yang terjadi, Senin (17/10), menyusul pembakaran hutan, dan empat pondok milik petani jambu mente di lokasi so’ Loka, dua hari sebelum aksi.
Pemimpin aksi, Bahrudin bersama rekan lainnya—juga menuding Kadishut SPH Manggelewa, Darman diduga biang kerok dan ‘otak pelaku’ pembakaran beberapa pondok milik para petani jambu mente di so’Loka.
Tudingan itu juga berimbas pada pemerintahan H Bambang Yasin yang dinilai pemerintahannya tebang pilih serta bersikap ‘diktator’ terhadap petani yang hanya bermata pencaharian dari hasil jambu mente.
Pantauan langsung MN di lokasi aksi, tak satupun karyawan dari kantor SPH yang menerima aspirasi pendemo. Yang terlihat hanya sejumlah aparat Polsek Manggelewa yang bersiaga dibawa komando AKP Abd Hakim SH.
Pendemo juga meminta pihal KSPH untuk dialog terbuka. Karena tak ada sinyal dari para pejabat tersebut akhirnya kantor dinas kehutana SPH disegel warga dengan batangan kayu.
Sesaat penyegelan, Kadishut SPH bersama beberapa bawahannya akhirnya muncul ditengah aksi, hingga diajak berdialog. Dialog itu berlangsung di ruang kerja Kadis dengan beberapa perwakilan aksi dalam pengawalan polisi.
Kepala Dinas Kehutanab SPH Manggelewa Darman kepada MN membantah atas tudingan tersebut. “Saya bukan otak pelaku pembakaran pondok milik mereka. Dan tundingan itu hanya bohong besar,” yangkal Darma usai dialog.
Darman juga pertegas bahwa dirinya tidak pernah mengerahkan anggota untuk membakar milik mereka, apalagi berkaitan dengan petani. Justru, kata dia, ketika kita ke lokasi, saat itupun terlihat mereka lari ketakutan. “Mereka ini lari tentu karena lahan yang dipakai untuk tanaman jambu mente adalah hutan tutupan Negara,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Manggelewa AKP Abd Hakim SH menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait kasus terbakarnya beberapa pondok miliki petani. “Ini sebagai bentuk tanggungjawab kami selaku aparat penegak hukum—tentunya penyebab kebakaran tersebut akan diselidiki,” katanya.(Hasan)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: