you're reading...
Headline

SMAN 1 Palibelo Kembali Tercoreng, 2 Siswa Mesum dalam Kelas


Bima (NTB)—Untuk kedua kalinya—nama SMAN 1 Palibelo tercoreng akibat ulah dua orang siswanya. Pada waktu lalu, beberap siswa di sekolah itu kedapatan mabuk usai pesta minuman keras (miras). Kini, siswa berinisial Ni dan Ys kedapatan bermesum ria di salah satu ruang kelas sekolah setempat.
Ironisnya, adegan layak sensor tersebut sempat diabadikan oleh siswa lainnya melalui kamera handphone (HP). Kejadian memalukan itu langsung dilaporkan siswa kepada guru setempat.
Salah satu siswa yang menyaksikan adengan tersebut, menceritakan aksi mesum dua siswa berlainan jenis di dalam ruang kelas saat jam istirahat. “Saat itu suasana sepih. Dan saya masuk kelas, tiba-tiba melihat keduanya sedang gituan,” ujarnya kepada tim WP group, di rumahnya beberapa pecan lalu.
Diceritakannya, saat masuk ke ruang kelas, dirinya sempat menyaksikan kedua siswa yang duduk di kelas tiga itu berpelukan dan berciuman. Diketahui Fz, bahwa keduanya tidak satu kelas, Ni adalah siswi kelas IPA dan Ys siswa kelas IPS. Adegan mesum tersebut langsung diabadikannya melalui kamera HP. “Setelah itu saya langsung laporkan keduanya ke Bapak guru,” ujarnya seraya meminta namanya tidak ditulis.
Kepala SMAN 1 Palibelo Andi Azis S.Pd dikonfirmasi MN di ruang kerjanya, Kamis (13/10), mengakui sangat menyayangkan adanya kejadian itu. “Tapi semuanya sudah kita selesaikan bersama komite sekolah. Bahkan orang tua mereka telah kita panggil, dan hasilnya kedua siswa tersebut dibuatkan surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan itu,” kata Andi.
Dia kembali menegaskan, apabila kedua siswa tersebut melanggar pernyataan yang dibuat, maka mereka dikeluar dari sekolah ini.
Sebelumnya, salah satu media local juga memberitakan seorang siswi di sekolah tersebut kedapatan menengak miras hingga mabuk. Siswi ini diketahui baru saja menggelar pesta miras bersama beberapa rekannya di GSG Woha. Namun perilakunya justru dimanfaatkan oleh oknum guru setempat yang mengetahui perbuatan siswinya itu.
Ironisnya, meski mengetahui perbuatan siswinya—oknum guru ini tidak memberikan pembinaan, justru meminta “jatah” kepada siswi dimaksud untuk bisa melayaninya—dengan ancaman tidak dilaporkan hal itu ke polisi. Beruntung siswi tersebut sadar diri, kemudian hal itupula dicurhatkan kepada kedua orang tuanya.(tim MN/WP)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: