you're reading...
Headline

Ada Asap dari Kepundan di Kawah Besar Gunung Tambora


Bima (NTB)—Informasi seputar aktifitas gunung Tambora Kabupaten Bima makin berkembang. Hal itu menyusul adanya penetapan status siaga terhadap gunung tersebut. Berdasarkan keterangan dari berbagai sumber, bahwa indikasi tentang kemungkinan meletusnya gunung Tambora makin menguat. Antara lain adalah keluarnya kepulan asap dari salah satu kepundan yang ada di kawah besar induk gunung. Dikhabarkan pula terjadinya gempa dalam skala kecil yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, juga terjadi hijrah sekelompok hewan menjangan yang selama ini hidup di puncak gunung Tambora.
Namun hal itu dibantah oleh salah seorang tokoh masyarakat Tambora M Yusuf yang sampai hari kemarin (Senin, 12/9)—masih berada di Desa Kawinda To’I (salah satu desa di kaki gunung Tambora).
“Informasi tentang adanya gempa itu tidak benar. Termasuk, katanya, ada sekelompok menjangan yang masuk ke kampung-kampung itu juga tidak benar. Kalau tentang adanya asap yang keluar dari kepundan yang ada di kawah gunung Tambora, itu memang terjadi kemarin sekitar pukul 10.00 WITA, Minggu (11/9) dini hari,” kata Yusuf.
Yang berkaitan dengan asap tersebut, lanjut Yusuf, memang benar terjadi kemarin. Kepundan yang mengeluarkan asap terletak dalam kawah besar gunung Tambora yang luasnya sekitar 6×8 kilometer.
“Menurut para ahli geologi yang beberapa kali melakukan survey di puncak Tambora, jika letusan terjadi lewat kepundan yang berasap itu, maka perkiraan jarak semburannya tidak lebih dari tiga kilometer. Artinya, tidak melewati lingkaran kawah besar di puncak gunung Tambora. Sebagai penduduk asli yang bermukim di kaki gunung, sama sekali tidak khawatir dengan informasi yang berkembang tentang aktifitas gunung itu,” pungkas Yusuf.
Hal itu senada dengan keterangan Kepala Desa Kawinda To’I, Dedy MT—yang hingga hari Senin (12/9) kemarin, masih berada di desanya. Menurut dia, informasi tentang adanya gempa tektonik yang terjadi di wilayah gunung Tambora, itu tidak benar. Juga adanya khabar tentang hijrahnya hewan menjangan dari puncak gunung, itupun tidak terbukti. “Semua informasi itu tidak benar. Saya juga heran, itu informasi dari mana?,” ujar Dedy.
Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan, lima gunung berapi di Indonesia dinyatakan dalam status siaga alias kemungkinan besar untuk meletus.
Kelima gunung tersebut adalah Gunung Tambora di Bima yang dinyatakan siaga sejak 8 September 2011 lalu, kemudian Gunung Anak Ranakah di Manggarai – NTT, yang juga dinyatakan siaga sejak tanggal yang sama.(one)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: