you're reading...
Headline

Diduga Pelaku Pembunuhan Brigader Rochmat dari Jaringan JAT


Bima (NTB)—Setelah menggrebek rumah Sa’ban A Rahman—satuan khusus polisi Polres kabupaten Bima kembali meringkus Arifin (26), warga kampung Sigi, desa Rato kecamatan Bolo, Bima – NTB.  Penangkapan Arifin karena diduga kuat keterkaitan kematian Brigader Rochmat yang dibunuh di saat bertugas (piket) di kantor Polsek Bolo, Kamis (30/6/2011) dini hari kemarin.

            Arifin yang merupakan kakak ipar pelaku, diringkus polisi di keramaian pasar Sila. Tidak ada perlawanan saat diringkus, sehingga Arifin mulus dibawa ke Mapolres Bima.

            Berbagai sumber informasi menduga, Arifin merupakan salah satu guru yang membina Sa’ban di Ponpes Umar Bin Khatab, desa Sanolo kecamatan Bolo. Sehingga kuat dugaan Arifin sebagai salah satu pihak yang men-skenario pembunuhan terhadap Brigader Rochmat, pria kelahiran Mojokerto itu.

            Selain Arifin—Rohayu (istri Arifin) juga telah diamankan polisi—termasuk kedua orang tua pelaku. Mereka diamankan polisi untuk dimintai keterangan demi membantu kelancaran penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

            Sementara menurut sumber di kepolisian menyebutkan, pemeriksaan diantara keluarga pelaku masih berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Seperti keterangan dari Rohayu yang masih menutupi kegiatan saudaranya itu (Sa’ban). Sedangkan keterangan dari ayah pelaku sendiri, mengarah semua aktifitas pelaku hingga melakukan aksi pembunuhan terhadap brigader Rochmat. “Sedangkan keterangan Arifin, dinilai masih menyembunyikan segala aktifitas pelaku,” kata sumber di kepolisian itu.

Informasi terakhir yang diendus MN, pimpinan pondok pesanter Umar bin Khatab—Abrory—dalam pencarian polisi. Kuat dugaan, ponpes yang dipimpinnya itu masuk dalam jaringan Jamaah Ansharu Tauhid (JAT) dibawa binaan Abubakar Ba’syir. Namun hingga kini polisi belum mennampakan tindakan untuk menggrebek ponpes Umar bin Khatab tempat Sa’ban dibina.

Berbagai kalangan masyarakat menilai, Kapolres kabupaten Bima lamban mengambil tindakan sehingga ruang gerak jaringan JAT yang beroperasi di wilayah kecamatan Bolo dan sekitarnya berjalan mulus. Padahal sebelumnya, polisi sudah mengetahui adanya aktifitas maupun kegiatan latihan di ponpes itu. Latihan tersebut dicurigai sebagai bentuk kesiapan jaringan itu untuk memuluskan rencana yang melanggar hukum. “Kita sudah tahu adanya aktifitas latihan di Ponpes itu, dan hasil intaian selama beberapa bulan terakhir, kita terus laporkan keatas,” ujar Kapolsek Bolo Kapten Maulana J Karepesian, pasca kejadian.(Yadin-MEDIA NUSANTARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: