you're reading...
Headline

Seorang Polisi Dibunuh di Kantor Polisi


Kantor Polsek Bolo, kabupaten Bima-NTB. Di tempat inilah Brigader Rochmat dibunuh oleh seorang santri Ponpes Umar Bin Khatab, desa Sanolo kecamatan Bolo, Bima-NTB. (foto:MN)t

Bima (NTB)—Brigader Rochmat, salah satu anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Bolo kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dibunuh dengan sadis oleh seorang pemuda bernama Sa’ban A Bakar (17), warga RT11, kampung Sigi desa Rato kecamatan Bolo. Kejadian itu diperkirakan pukul 03.30 Wita, Kamis (30/6/2011 dini hari, saat Brigader Rochmat menjalankan tugas (piket) di kantornya.
Kapolsek Bolo Kapten Maulana J Karepesina mengatakan, kejadian sepintas itu diperkirakan pukul 03.30 Wita, Kamis (30/6/2011) dini hari, saat Brigader Rochmat menjalankan tugas (piket). ”Malam itu pelaku datang untuk memberikan laporan dan diterima dengan baik oleh petugas piket. Namun tiba-tiba pelaku bertindak sadis sehingga Bigader Rochmat tewas,” ujarnya kepada wartawan, Kamis pagi.
Kuat dugaan, pembunuhan ini sudah direncanakan. Namun kita masih menyelidiki dugaan keterlibatan salah satu ponpes yang ada di Bolo. ”Karena pelaku ini dibina di salah satu Ponpes itu. Jadi kuat dugaan masuk dalam jaringan teroris,” katanya.
Maulana tak menyebutkan naman Ponpes dimaksud. Namun kuat dugaan salah satu ponpes tersebut yakni Ponpes Umar Bin Khatab bertempat di desa Sanolo, kecamatan Bolo.
Selama beberapa bulan terakhir, kegiatan di Ponpes dimaksud tetap dipantau polisi, termasuk kegiatan latihan yang kerap terjadi tengah malam. ”Selama ini kita terus pantau, dan hasilnya kita laporkan ke pusat,” ujarnya.
Saat ini, polisi telah mengamankan pelaku pembunuhan beserta barang bukti sejenis belati yang digunakan pelaku. Sedangkan BB lainnya yang ditemukan dikediaman pelaku, seperti buku-buku jihat, kaset, paku, busur panah dan parang jenis samurai—juga telah disita. ”Sejumlah BB ini kita temukan dibawa kolom tempat tidur (divan) milik pelaku,” jelas Maulana.
Sementara informasi di TKP yang dihimpun MN menyebutkan, selain Brigader Rochmat—tiga orang anggota polisi rekan piket pada malam kejadian yaitu Brigader Rusdin, Briptu Agusalim dan Briptu Sukardin.
Sebelum kejadian, brigader Rusdin berada di ruang polsek—briptu Agusalim di ruangan intel—dan briptu Sukardi di ruangan patroli. Kejadian baru diketahui setelah mendengar teriakan brigader Rochmat yang saat itu sudah terkapar tewas.
Sebelum pelaku diringkus, sempat terjadi perlawanan 1 lawan 3—hingga pelaku pun berhasil dirobohkan.
Sementara brigader Rochmat waktu dini hari itu, sempat dilarikan ke PKM Bolo untuk diberi pertolongan medis. Namun akibat sejumlah luka dan banyak mengeluarkan darah, nyawanya pun tak tertolong.
Belum diketahui kapan Brigader Rochmat dimakamkan. Karena menurut kabar, pihak keluarga di Jawa menginginkan Rochmat dikuburkan di tempat kelahirannya—begitupun sebaliknya.(yadin-MEDIA NUSANTARA)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

ARSIP

%d blogger menyukai ini: