archives

Daerah

This category contains 11 posts

Bupati Dorong Masyarakat Cintai Lingkungan Bersih


Bupati Bima Drs H Syafrudin HM Nur M.Pd ditengah-tengah warga masyarakat desa Kananga kecamatan Bolo kabupaten Bima-NTB, Kamis (29/9/2014) sore tadi.

Bupati Bima Drs H Syafrudin HM Nur M.Pd ditengah-tengah warga masyarakat desa Kananga kecamatan Bolo kabupaten Bima-NTB, Kamis (29/9/2014) sore tadi.

Bima (NTB)—Bupati Bima Drs H Syafrudin HM Nur M.Pd mengunjungi kegiatan warga masyarakat desa Kananga kecamatan Bolo yang tengah mempersiapkan untuk penilaian lomba desa tingkat RT desa setempat, Senin (29/9/2014) sore.
Kehadiran bupati yang juga merupakan putra kelahiran desa Kananga tersebut, salah satu mendorong dan memotivasi warga masyarakat setempat agar mengedepankan kebersihan dan menata lingkungan hidup sekitarnya yang dapat memberikan kenyamanan serta perlindungan kesehatan dari ancaman penyakit.
Selain mengunjungi lingkungan di 13 RT desa tersebut—Bupati juga memberikan bantuan dana Rp1 juta di setiap RT. Dana tersebut untuk meringankan warga dalam kebutuhan, seperti cat ataupun perbaikan ringan pagar-pagar disepanjang gang kampung.
Baca lebih lanjut

ACCESS Australia Sosialisasi Sistem Informasi Administrasi Desa


20131203_101819_resizedMMnews (NTB)—ACCESS Australia Phase II terus mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan desa di Kabupaten Bima. Salah satu bentuk dukungan tersebut, melaksanaan kegiatan sosialisasi Draft Peraturan Bupati tentang Pedoman Pendataan Kependudukan Kabupaten Bima.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di beberapa SKPD—diantaranya BPMDes, BP4K, Dikes, Dikpora dan Bappeda, yang berjalan selama enam hari, sejak tanggal 2 Desember 2013 lalu.
Yang menjadi narasumber adalah berasal dari LP2DER, Darwis. Ia memaparkan terkait praktek Sistem Informasi Adminstrasi Desa (SIAD) kepada 25 peserta yang berasal dari SKPD dan para Kader Penggerak Pembangunan Desa, dirinya sering diundang ke beberapa daerah untuk mempresentasikan sistem tersebut. Sosialisasi juga ditujukan untuk memaparkan inovasi penting guna menata administrasi pemerintahan desa ke arah yang lebih baik.
Menurut Darwis, bisa dipahami bila ada beberapa hal yang menjadi kekhawatiran peserta seperti status data. Meskipun kegiatan pendataan melakukan hal yang sama dengan BPS, namun tidak ada kontradiksi. Sebab, sesuai dengan UU Statistik, selain statistik dasar, juga dapat dilakukan pendataan untuk kepentingan khusus.
“Data yang akan dimasukkan terintegrasi dengan data BPS Instrumen bisa saja ditambah sesuai kebutuhan,” kata Darwis.
Baca lebih lanjut

Sertifikasi Guru PAI Belum Cair, Ini Jawaban KaTU Kemenag


IMG0033AMNnews (NTB)—Pencairan gaji setifikasi guru di jajaran Kementrian Agama kabupaten Bima, masih dipertanyakan menyusul adanya keluhan dari sejumlah guru sertifikasi itu sendiri. Meskipun mereka telah diangkat menjadi guru sertifikasi sejak tahun 2011, namun hasilnya belum juga dicairkan.
Seperti dikeluhkan salah satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang meminta namanya tidak dikorankan, Rabu (5/6/2013) lalu. Meskipun dirinya diangkat menjadi guru sertifikasi sejak tahun 2011, namun hasilnya belum dia nikmati.
Sepengetahuannya, gaji guru sertifikasi tersebut hanya wilayah kabupaten Bima saja yang belum direalisasikan—padahal daerah lain sudah memberikan hak-hak para guru sertifikasi dimaksud. “Bahkan hampir setiap hari, pada waktu silam, kami bolak-balik mengurus bahan agar uang itu cair. Namun sampai saat ini belum ada kabarnya,” tandas seorang guru yang menjadi sumber MN.
Baca lebih lanjut

PKM Bolo Terus Dipadati Pasien Ispah dan Diare


Seorang bocah terpaksa dirawat di emperan Puskesmas Bolo, kabupaten Bima-NTB, akibat kapasitas ruang rawat inap terbatas.(foto:Bop)

Seorang balita terpaksa dirawat di emperan Puskesmas Bolo, kabupaten Bima-NTB, akibat kapasitas ruang rawat inap terbatas.(foto:Bop)

MNnews (NTB)—Akibat meningkatnya kunjungan pasien rawat inap di Puskesmas Bolo, kabupaten Bima-NTB—terpaksa ruangan kerja Sekretaris PKM setempat sebagai tempat rawat inap pasien.
Data PKM Bolo menyebutkan, meningkatnya pasien rawat inap terjadi awal Mei 2013 hingga sekarang. Penyakit yang diderita pasien saat ini adalah Ispah dan Diare.
Suhu iklim yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir ini, juga menimbulkan beberapa penyakit, seperti Ispah dan diare yang saat ini meningkat tajam di tempat pelayanan kesehatan tersebut.
Baca lebih lanjut

Informasi Pengangkatan Langsung Honorer K2 adalah Asumsi yang Keliru


aMNnews (NTB)—Munculnya animo masyarakat adanya informasi pengangkatan langsung terhadap sejumlah tenaga Honorer Kategori II (K2) untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Pemerintah Daerah kabupaten Bima, adalah asumsi yang sangat keliru.
Sebegaimana telah diumumkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Bima dalam beberapa pekan lalu, bahwa sekian tenaga K2 tersebut tetap melewati uji listing dan beberapa tahapan lainnya.
Sebelumnya, BKD telah mendata dan mengusulkan hingga menerima sejumlah nama yang dikirim kembali oleh BKN sebagai tenaga honorer K2 yang akan mengikuti beberapa tahapan seleksi, seperti mengikuti uji listing yang saat ini masih menunggu jadwal pelaksanaannya dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), di Jakarta.
Baca lebih lanjut

Kontribusi PAD Kabupaten Dompu Hanya 5 Persen dari Belanja Pegawai


Ka DPPKAD DompuMNnews (NTB)—Besarnya belanja pegawai di Kabupaten Dompu rupanya tidak sebanding dengan jumlah pendapatan yang digenjot melalui PAD pada tiap tahunnya. Sebab dari total target belanja sebasar Rp656 miliar lebih pada tahun 2013 ini, jumlah dana yang ditargetkan masuk melalui PAD hanya Rp32 miliar lebih. Sehingga kontribusi PAD dari total belanja satu tahun hanya berkisar 5 persen
“Dengan rasio itu, Kabupaten Dompu masuk dalam kategori daerah dengan viskal rendah,” ungkap Kepala Dinas PPKAD Dompu Ir H Rasidin Suryadi MSI saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/1)
Rasidin mengungkapkan, kondisi ini membuat sistem keuangan pada tahun 2013 mengalami devisit hingga sebesar Rp14 miliar lebih. Namun untuk tetap mempertahankan agar posisi keuangan tetap berimbang, pihaknya menggunakan dana cadangan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 20 miliar berupa sisa hasil perhitungan akhir (Silpa).
Baca lebih lanjut

Tangisan “Arwah” Saat Sholat Id’


Jamaah sholat Id di Masjid As Suhada desa Rasabou, kecamatan Bolo-Bima, NTB, Ahad (19/8/2012).

BIMA (Medianusantranews)—Sholat Idul Fitri 1433 H yang berlangsung di Masjid As Suhada desa Rasabou kecamatan Bolo, Ahad (19/8/2012) kemarin, berlangsung hikmad. Namun dibalik sholat id’ inikali, tiba-tiba para jamaah dikagetkan suara tangisan yang berdurasi sekira 2 menit.
Jamaah yang melaksanakan sholat Id’ di lantai II Masjid As Suhada mengira suara tangisan itu datang dari lantai bawah. Sebaliknya jamaah di lantai bawah menduga tangis itu dari lantai atas.
Sementara jamaah yang menggunakan bahun jalan raya lintas sumbawa, menduga tangis sedih itu terdengar dari dalam masjid.
Baca lebih lanjut

Capaian e-KTP Kabupaten Bima hingga Januari 2012


Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukpencapil) Kabupaten Bima , Drs Sirajuddin AP.MM

Bima,MN—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukpencapil) Kabupaten Bima menyampaikan Rekapitulasi Pencapaian Pelaksanaan Perekaman/pemotretan (e-KTP) di seluruh wilayah Kabupaten Bima posisi tanggal 16 Januari 2012 lalu.
Kepala Dinas Disdukcpencapil Drs Sirajuddin AP.MM menyatakan, bahwa target perangkat e-KTP yang didistribusikan ke 18 kecamatan se Kabupaten Bima berjumlah 38 set standar. Masing-masing kecamatan mendapat 2 set standar—sedangkan untuk kecamatan Sape mendapat 1 set pinjaman tambahan. Sehingga total perangkat e-KTP yang didistribusikan berjumlah 39 set atau mencapai 92,31 persen.
Baca lebih lanjut

Beberapa Hari, Aktivitas Pelayanan di Setda Bima Lumpuh


Bima,MN—Kondisi Bima saat ini terlihat kondusif menyusul pembakaran kantor Bupati dan KPUD di wilayah tersebut.
Kabag Humaspro Sekda Bima Drs Aris Gunawan mengatakan, saat kejadian Bupati H Ferry Zulkarnaen tidak berada di kantor dan sedang menjemput anggota Komisi II DPR yang akan melakukan kunjungan kerja ke Bima.
Menurut Aris, saat ini Pemerintahan Bima sedang berkabung dengan kejadian pembakaran yang dilakukan massa. “Kami belum tahu besok akan berkantor di mana, tapi rencananya Pemkab Bima masih memiliki banyak asset yang bisa dipakai sementara untuk tempat pelayanan masyarakat khususnya lingkup sekretariat daerah—salah satunya di KLK,” ujarnya, Jum’at pagi.
Dalam kejadian itu, Aris beberapa anggota crue humas tidak berada di lokasi karena mendampingi bapak bupati di bandara M Salahuddin Bima. “Namun sesaat itu, saya dapat kabar dari bawahan kantor Bupati sudah dibakar,” ujarnya.
Aris juga mengatakan, dalam kejadian itu—selain kantor bupati/wakil bupati—seluruh kantor kepala bagian yang ada di dekat itu, ikut dibakar bersama fasilitas dan dokumen lainnya. “Termasuk lima unit sepeda motor milik anggotanya (Noli Hidayat, Warid, Arif, Leo dan Bedo) dibakar ditempat parkir,” ucapnya.
Arif juga menambahkan, asset lain seperti beberapa kendaraan untuk dilelang yang disimpan di bagian umum sekda bima, juga dibakar massa.(yadin)

Menunggu ‘Dirumahkan’ sebagian Pegawai Honor di Dompu


Dompu (NTB)—Gembar-gembor peraturan yang akan menonaktifkan sebagian pegawai honor dan tenaga sukarela di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu belum ada kepastian.

            Pemerintah setempat sepertinya sedang sibuk dengan sejumlah agenda lain yang lebih mendesak, sehingga persoalan itu untuk sementara dikesampingkan.

            Seperti diakui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dompu Drs H Zainal HIR M.Si,  finalisasi keputusan kerja tim verifikasi yang dibentuk beberapa waktu lalu masih dalam pembahasan bersama DPRD.

            Penundaan pembahasan tersebut disebabkan padatnya jadwal kegiatan eksekutif dan  legislatif dalam beberapa bulan terakhir—termasuk membahas APBD Perubahan 2011.       Rencananya, kata Zainal, evaluasi terhadap sejumlah tenaga honor dan sukarela dilakukan akhir tahun ini. “Makanya, pemberlakuan PP No.48 Tahun 2005 tentang Penertiban Tenaga Honor dan Sukarela di lingkup Pemda Dompu hingga saat ini belum dapat dilakukan,” ujarnya.

            Sementara masalah tersebut sedang dalam pembahasan. Saat ini ada penambahan pegawai yang dipekerjakan di rumah dinas bupati dan wakil bupati. Para pegawai baru itu digaji melalui dana alokasi APBD II.

            Menurut Sekda, penambahan pegawai tersebut atas unsur kebutuhan yang memang diperlukan demi kelancaran urusan rumah tangga Pendopo I dan II. Para pegawai ini bekerja dengan SK kontrak. “Apabila masa kerja selesai, maka perjanjiannya bisa diputuskan atau  diperpanjang atas dasar kebutuhan,” jelasnya.(Yadin)

Marble quarry at Oi Fo’o Rated Less Favorable Community


Bima City (NTB)—Student Executive Body (BEM) College of Social and Political Sciences (STISIP) Mbojo Milky Marble highlight the existence of mines in the vicinity of villages Oi Fo’o East Rasanae district, the City of Bima. They assess the existence of Marble quarry does not provide full benefits for local people-quite the contrary to give certain benefits to a handful of officials.

BEM Chairman STISIP Mbojo Milky Firhadis deplores the government’s policy to bring investors the mine. Disinyali, the presence of mines is the result of a unilateral decision of the City of Bima. “This proves the existence of some people who do not want to move from the mine site to the new location specified by the government,” he said, as confirmed in the secretariat of the BEM STISIP Mbojo Milky Monday.

He said, the presence of mines in Oi Fo’o it will bring negative impact to people’s lives Bima City forward. Admittedly also, despite the presence of the mine will bring change, but not changes to society, but only a few persons concerned.

Firhadis worry about the presence of marble mining in the village that will come up with new problems, such as the loss of springs to cause the occurrence of drought-productive land can no longer be used by the community. ‘Crucial concerns is the presence of WTS (Women prostitutes, red) which can damage the morale of society Bima. As happened in Maluk, West Sumbawa regency after the PT NNT, “he said.

Earlier, Mayor Bima Qurais H H Abidin SE, asking local people to keep investors fully accept the coming of Marble. Because, he said, the coming of investors is not for personal or group interests, but for the welfare and progress of the town of Bima. “We should not look at one side only, but the existence of Marble investors a chance to give employment and welfare in the region itself,” said MN Qurais as reported previously, in a Ramadan safari activities, held at Masjid Ainun Jariah, Fo’o Oi village, last Monday.(Yadin)

%d blogger menyukai ini: